Singaraja
.2002
Malam
itu aku tengah duduk – duduk di taman sambil memegang erat benda benda mungil
berbentuk bintang, benda itu pemberian teman ku, kak iish namanya.
Aku
terus menggenggam bintang bintang itu dengan
amat erat, seakan aku tak mau ada
yang ada yang mencurinya..
Langit
malam terlihat sangat indah, taburan bintang bintang memenuhi langit biru gelap
dengan cahaya suci bulan purnama yang semakin menambah kesan indah nya malam ini..
Rasa
nya ingin ku menangis, menangis sekuat kuat nya ...
“
kenapa ???.... mengapa ?? aku tak pernah bisa memetik bintang “
Batinku
terus bertanya – tanya, ku usap air mata
yang mengalir melewati lekukan –lekukan pipi mungil ku,
“Entah
sampai kapan ??” tanya ku kepada langit
malam
Tak
ada jawaban yang ku dapat
Segera
ku bangkit dan berjalan dengan gontai menuju
rumahku ,,
“ kriiingg....kreiiiing” suara hape berdering
memecah hening nya taman
“
assamu’alaikum.. kenapa ma ??” tanya ku
“
sudah jam berapa ini ?? buruan pulang, anak perempuan ndak boleh begitu “ jawab
mama sambil menasehatiku
“
iya ma , ini masih di jalan , udah ya ma , assalamu’alaikum” ucap ku sambil memutuskan telfon,,
Tak
beberapa lama kemudian
Tak
ada respon yang ku dapat , masa bodohh,” ucap ku ,
Dengan
bergegas aku langsung berjalan menuju
kamar ku dan bersiap siap untuk pergi menuju ruang mimpi.
Kupaksakan
kedua mataku untuk segera terlelap, namun tak kunjung mataku terlelap, tiba
tiba aku teringat masa kecilku “ waktu kecil aku sering tidak bisa tidur, oleh
sebab itu terkadang mama ku yang membuatku tertidur mulai dari menyanyikan ku lagu nina bobo
sambil mengipas –ngipaskan ku , tekadang mama ku mengusapkan mataku dengan air
dingin dan al hasil tak beberapa lama aku pun tertidur, “
Aku
segera bernajak dari tempat tidur menuju kamam mandi yang letak nya tepat di
samping pintu belakang,
“
kretteekkk.....” suara air berjatuhan dari bak mandi ku , aku segera mengusap
kan mukaku dengan air kran yang terasa hangat,
setelah selesai Dengan segera ku matikan air kran dan beranjak kembali
menuju kamar tidur ku..
*******
Seperti
biasa, sebelum tidur aku selalu memandangi atap atap seng kamar ku,
“
akan kah aku hidup selama nya ??” tanya ku
“
mungkinkah aku akan berhasil sebelum seorang berjubah itu menjemputku ??” tanya
ku lagi
“
tuhan bantu aku tuk memetik bintang,,, bantu aku tuhan”
Dengan
cepat aku mematikan lampu kamar ku dan tertidur dengan sangat pulas
*******
Aku
berjalan menyusuri jalan setapak demi setapak, yang diampit 2 anak sungai
sungai kiri berbau amat busuk warnanya hitam berlumpur, berbeda dengan sungai
di sebelah kanan ku bau nya seperti bau kasturi , warnanya putih seperti susu..
Entah mengapa kaki ku sekan mempercepat setiap
langkah ku, kini aku hampir sampai menuju ujung jalan setapak, aku berlari
dengan sangat cepat, melewati gangguan
gangguan yang menghadang ku, “ uaaa” teriak ku saat aku hampir saja tercebur
di sungai yang menjijikkan itu, kejadian itu memberiku isyarat bahwa aku
harus berhati –hati, kulanjutkan perjanan ku dengan berjalan pelan – pelan dan
sangat berhati – hati.
hingga saat ini sepertinya aku masih belum
sampai setengah perjalanan, rasanya aku mulai semakin penat dan lelah dengan
semua ini, meski begitu aku harus tetap melanjutkan perjalanan , aku merasa semakin muak dan tak tahan dengan
dua bau yang bertolak belakang bergabung, kebayang gak baunya gimana.sampai
akhirnya aku melihat sebuah gubuk tua,
dengan segera aku berjalan mendekatinya berharap bisa berdiam diri
sejenak disana..
Namun
tak seperti harapan, gubuk itu kosong, tak berpenghuni seorang pun, yang
kudapat hanya sebuah kendi berisi air dan sebuah pompa air yang tertancap tepat
di bawah pohon,
Saat ku mengangkat kendi itu aku melihat
sebuah sticker tertempel
“ 1.
Gunakan air yang terisi dalam kendi untuk memompa air dalam tanah dan jika
berhasil silahkan anda minum sepuasnya , dan jangan lupa anda kembali mengisi
ulang kendi ini..
2
silahkan anda minum air ini” sejenak aku berfikir,, memilih antara mengisi pompa air atau meminum
air dalam kedi itu, mungkin jika
beruntung aku bisa minum sepuas –puasnya dan setelah itu aku bisa mengisi ulang
air yang telah ku minum, terkadang rasa haus menggoyahkan keinginanku, sudah
setengah jam aku berfikir , hingga akhinya aku berlari mendekati pompa air yang
berada tepat dibawah pohon yang layu yang berdaun kuning...
Pompa
itu kondisi nya sangat memprihatinkan, cat nya sudah pudar banyak bagian yang sudah berkarat..
Dengan
segera aku memasukkan seluruh air yang terisi dalam kendi, tak ada keraguan
lagi dalam hati ku, dengan sekuat tenaga aku terus memompa,,
Lelah
letih senang terasa bercampur – campur saat aku terciprat
air ,
Dengan
cepat aku memompa dengan 2 kali tenaga ku ,dan
‘ tikkk ...kreetteeekk’ air berjatuhan di atas
sebuah baskom besi,
Dengan
segera aku mengambil kendi tadi yang ku taruh
tepat di sampingku
Aku
pun segera mengisi penuh kendi itu dan minum dengan sepuasnya..
Kini waktunya aku melanjutkan perjalanan ku
yang masih panjang .
“
kringgggg......kringgggg”
bunyi benda itu semakin keras serasa memenuhi seluruh ruang telinga dalam ku
bunyi benda itu semakin keras serasa memenuhi seluruh ruang telinga dalam ku
“
ahh..ribut sekali “ dengan kesal aku segera terbangun dari perjalanan di
mimpiku...
“
dek , cepat bangun trus shalat subuh dan
hmmm” ucap mama terputus
“
loh koq barang –barang mu belum kamu masukkan kedalam kardus ?? tanya mama
“
jam 8 kita berangkat loh” ucapnya lagi
“iya
ma, nanti aku masukin semua , udah ya mah, aku mau shalat subuh dulu “ ucap ku
sambil pergi menjauh dari mama
“
hmmm” ucap mama inka sambil mengamati putri bungsunya dari dalam kamar tasya
0 komentar:
Posting Komentar