Selasa, 29 Oktober 2013

Ijinkan Aku Memetik Bintang





Singaraja .2002
Malam itu aku tengah duduk – duduk di taman sambil memegang erat benda benda mungil berbentuk bintang, benda itu pemberian teman ku, kak iish namanya.
Aku terus menggenggam bintang bintang itu dengan  amat erat, seakan  aku tak mau ada yang  ada yang mencurinya..
Langit malam terlihat sangat indah, taburan bintang bintang memenuhi langit biru gelap dengan cahaya suci bulan purnama yang semakin menambah kesan indah nya  malam ini..
Rasa nya ingin ku menangis, menangis sekuat kuat nya ...
“ kenapa ???.... mengapa ?? aku tak pernah bisa memetik bintang “
Batinku terus bertanya – tanya, ku usap air mata  yang mengalir melewati lekukan –lekukan pipi mungil ku,
“Entah sampai kapan ??” tanya ku  kepada langit malam
Tak ada jawaban yang ku dapat
Segera ku bangkit dan berjalan dengan gontai menuju  rumahku ,,
 “ kriiingg....kreiiiing” suara hape berdering memecah hening nya taman
“ assamu’alaikum.. kenapa  ma ??” tanya ku
“ sudah jam berapa ini ?? buruan pulang, anak perempuan ndak boleh begitu “ jawab mama sambil menasehatiku
“ iya ma , ini masih di jalan , udah ya ma , assalamu’alaikum”  ucap ku sambil memutuskan telfon,,

Tak beberapa lama kemudian

“ Assalamu’alaikum”  
Tak ada respon yang ku dapat , masa bodohh,” ucap ku ,
Dengan bergegas  aku langsung berjalan menuju kamar ku dan bersiap siap untuk pergi menuju ruang mimpi.
Kupaksakan kedua mataku untuk segera terlelap, namun tak kunjung mataku terlelap, tiba tiba aku teringat masa kecilku “ waktu kecil aku sering tidak bisa tidur, oleh sebab itu terkadang mama ku yang membuatku tertidur  mulai dari menyanyikan ku lagu nina bobo sambil mengipas –ngipaskan ku , tekadang mama ku mengusapkan mataku dengan air dingin dan al hasil tak beberapa lama aku pun tertidur, “
Aku segera bernajak dari tempat tidur menuju kamam mandi yang letak nya tepat di samping pintu belakang,
“ kretteekkk.....” suara air berjatuhan dari bak mandi ku , aku segera mengusap kan mukaku dengan air kran yang terasa hangat,  setelah selesai Dengan segera ku matikan air kran dan beranjak kembali menuju kamar tidur ku..
                                                                       *******
Seperti biasa, sebelum tidur aku selalu memandangi atap atap seng kamar ku,
“ akan kah aku hidup selama nya ??” tanya ku
“ mungkinkah aku akan berhasil sebelum seorang berjubah itu menjemputku ??” tanya ku  lagi
“ tuhan bantu aku tuk memetik bintang,,, bantu aku tuhan”
Dengan cepat aku mematikan lampu kamar ku dan tertidur dengan sangat pulas
                                                                *******
Aku berjalan menyusuri jalan setapak demi setapak, yang diampit 2 anak sungai sungai kiri berbau amat busuk warnanya hitam berlumpur, berbeda dengan sungai di sebelah kanan ku bau nya seperti bau kasturi , warnanya putih seperti susu..
 Entah mengapa kaki ku sekan mempercepat setiap langkah ku, kini aku hampir sampai menuju ujung jalan setapak, aku berlari dengan sangat cepat, melewati gangguan  gangguan yang menghadang ku, “ uaaa” teriak ku saat aku hampir saja  tercebur  di sungai yang menjijikkan itu, kejadian itu memberiku isyarat bahwa aku harus berhati –hati, kulanjutkan perjanan ku dengan berjalan pelan – pelan dan sangat berhati – hati.
 hingga saat ini sepertinya aku masih belum sampai setengah perjalanan, rasanya aku mulai semakin penat dan lelah dengan semua ini, meski begitu aku harus tetap melanjutkan perjalanan  , aku merasa semakin muak dan tak tahan dengan dua bau yang bertolak belakang bergabung, kebayang gak baunya gimana.sampai akhirnya  aku melihat sebuah gubuk tua, dengan segera aku berjalan mendekatinya berharap bisa  berdiam diri  sejenak disana..
Namun tak seperti harapan, gubuk itu kosong, tak berpenghuni seorang pun, yang kudapat hanya sebuah kendi berisi air dan sebuah pompa air yang tertancap tepat di bawah pohon,
 Saat ku mengangkat kendi itu aku melihat sebuah sticker tertempel
“ 1. Gunakan air yang terisi dalam kendi untuk memompa air dalam tanah dan jika berhasil silahkan anda minum sepuasnya , dan jangan lupa anda kembali mengisi ulang kendi ini..
2 silahkan anda minum air ini” sejenak aku berfikir,,  memilih antara mengisi pompa air atau meminum air dalam kedi itu,  mungkin jika beruntung aku bisa minum sepuas –puasnya dan setelah itu aku bisa mengisi ulang air yang telah ku minum, terkadang rasa haus menggoyahkan keinginanku, sudah setengah jam aku berfikir , hingga akhinya aku berlari mendekati pompa air yang berada tepat dibawah pohon yang layu yang berdaun kuning...
Pompa itu kondisi nya sangat memprihatinkan, cat nya sudah pudar  banyak bagian yang sudah berkarat..
Dengan segera aku memasukkan seluruh air yang terisi dalam kendi, tak ada keraguan lagi dalam hati ku, dengan sekuat tenaga aku terus memompa,,
Lelah letih  senang  terasa bercampur – campur saat aku terciprat air ,
Dengan cepat aku memompa dengan 2 kali tenaga ku ,dan
  tikkk ...kreetteeekk’ air berjatuhan di atas sebuah baskom besi,
Dengan segera aku mengambil kendi tadi yang ku taruh  tepat di sampingku
Aku pun segera mengisi penuh kendi itu dan minum dengan sepuasnya..
 Kini waktunya aku melanjutkan perjalanan ku yang masih panjang .
“ kringgggg......kringgggg”
bunyi benda itu semakin keras serasa memenuhi  seluruh ruang telinga dalam ku
“ ahh..ribut sekali “ dengan kesal aku segera terbangun dari perjalanan di mimpiku...

“ dek , cepat bangun  trus shalat subuh dan hmmm” ucap mama terputus
“ loh koq barang –barang mu belum kamu masukkan kedalam kardus ?? tanya mama
“ jam 8 kita berangkat loh” ucapnya lagi
“iya ma, nanti aku masukin semua , udah ya mah, aku mau shalat subuh dulu “ ucap ku sambil pergi menjauh dari mama
“ hmmm” ucap mama inka sambil mengamati putri bungsunya dari dalam kamar tasya


About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com