Siang
ini sinar matahari terasa amat terik, sinar terasa menembus celah celah kecil
baju kemeja SMK ku. Ah “ingin rasanya
aku menikmati segelas es jeruk buatan risma” khayalku terlalu tinggi,
Ahh
perempuan itu selalu membayangiku, ia menganggap diriku sebagai sahabat nya tapi aku malah mempunyai perasaan lebih
kepadanya .
Sepanjang
perjalanan aku terus terbayang wajah manis nya “ tapi mungkin kah ??” tanyaku dalam hati
Sambil
terus berjalan “ apakah mungkin ia menerima perasaan ku apa adanya, dan apa
mungkin ayah nya akan merestui hubungan ku dengan nya ,” aku terus bertanya
tanya, “ ah.. mungkin ayah nya tak segan segan menendang ku dan mempermalukan
aku di depan anak anak rekan kerjanya, “ bantah ku juga dalam hati
“
tapi ,,, cinta itu kan butuh perjuangan”
ucap ku terus bertarung dengan hati kecilku yang mulai putus asa
“
ah ribet nya kalau sudah urusan cinta,” kata ku sambil terus berjalan menyusuri
gang gang kecil , sebentar lagi aku sampai di rumah, pernah suatu kali ibuku
marah marah gara-gara aku minta uang untuk menonton di bioskop bersama Risma,
hingga akhirnya aku memutuskan untuk bekerja setelah pulang sekolah,sempat
beberapa kali aku melihat Risma sedang berjalan jalan dengan sepupu laki
lakinya, ah mereka bagai pasangan kekasih paling serasi di dunia ini. Aku
selalu iri melihat mereka begitu. “ andai aku dapat memilikinya” batin ku setiap kali aku melihat mereka
berdua, khayalan ku semakin meninggi namun semua harus tandas sekejap , dengar-
dengar ia akan tunangan dengan pacar nya selulus SMK. Mimpi ku hancur,
Akhirnya
aku sampai juga di depan rumah beratap
seng seng yang sudah berkarat,dengan dinding dinding terbuat dari rotan, di pekarangan di hiasi pagar pagar bambu setinggi lutut orang
dewasa, dengan dililit oleh beberapa
jenis tumbuhan berbunga yang menambah kesan indah namun amat sangat
sederhana.
“
biarlah kini rumah ku begini,toh saat ini aku masih beruntung memilikinya untuk
tempat berlindung.dan merajut asa, suatu saat aku akan membangun istana lengkap
dengan fasilitasnya” tekad ku dalam hati sambil memandangi rumah ku.
Seperti biasa sepulang sekolah aku
langsung berganti baju , tak lupa ku bawa cangkul milik (alm) ayah ku yang
telah lama meninggal karna penyakit asma nya,
aku terus berjuang ku lakoni pekerjaan ayah ku , aku menjadi kuli
bangunan sepulang sekolah,dengan modal tenaga untuk sesuap nasi untuk
mengganjal perut yang terus minta diisi, tak mungkin aku hanya mengandalkan
uang ibuku yang hanya berprofesi sebagai tukang cuci, beruntung aku sekolah
mendapat bantuan dari sekolah , ya karna aku pintar aku mendapat beasiswa
bahkan aku tak pernah di tagih untuk membayar uang buku, Ujian. Aku harus extra tenaga demi mendapat sepeser
uang, hasil keringat ku. Uang itu untuk membiayai sekolah adikku, ia juga
mendapat beasiswa namun ia tetap ditagih untuk membayar uang buku ,ujian nasional, belum lagi kini ia harus menghadapi ujian nasional
dengan paket yang berbeda ya ada 20 paket.. belum lagi keinginan ku yang harus
ku tunda sementara, ya untuk perempuan itu.
******
Kelulusan pun tiba, aku menunggu
-menunggu saat saat yang aku dambakan
ini, segera kulihat hasil ujian ku di mading sekolah ku, banyak anak anak lain
aku tak ambil pusing,langsung ku terobos saja.
“ horrrrrreeeee......horeeeeee,,,,
gueeee lululusssssssss” ucap ku saat melihat hasil ujian ku yang berada di
urutan ke 7 dari 50 siswa di kelas 12 (
A&B), senang rasa nya aku sudah
bebas dari yang namanya belajar , kini aku bisa fokus dengan job ku. Selulus SMK aku mencoba mencari pekerjaan dengan ke
juruan yang aku pilih di SMK dahulu.
Saat pertama kali aku melamar pekerjaan di sebuah bengkel ,aku di tolak
mentah –mentah, aku tak putus asa, ”tuhan masih memberi jalan “ucap ku sambil memegang kalung pemberian Risma.
Kalung itu ia berikan kepada ku sebagai oleh-oleh nya dari Amerika.
Aku terus berjalan tak kuhiraukan berapa kali aku ditolak , aku banyak
di tolak karna bengkel itu belum mau membuka lowongan kerja.
Siang terasa semakin terik, berkali kali kuregangkan dasi pada leher
kemeja putih ku. Ku berjalan sambil membawa amplop coklat yang berisi surat
lamaran kerja dan beberapa dokumen penting.
Aku berhenti sejenak disebuah warung
kecil, ku pesan segelas es seharga 500,
“Nih mas” ucap pedagang itu kepada ku
sambil memberikan segelas es pesanan ku
“ makasih bu,” balasku sambil smbil
menerima segelas es itu
Segera ku seruput sedikit demi sedikit
“ ahh... lega rasanya “ ucap ku
setelah menghabiskan segelas es itu, aku segera bangkit dan mengambil sekoin
uang 500 dan pergi melanjutkan
“ ah itu ada bengkel, aku coba kesana aja. “
ucap ku sambil berjalan mendekati tempat itu
“ permisi pak, apa disini ada lowongan
pekerjaan “ ucap ku saat melihat seseorang laki laki berjenggot panjang bewarna
putih, wajah nya seperti seumuran ayah ku 4 tahun yang lalu.
“ oh, kebutulan , mau ngelamar kerja
ya, ??” tanya nya kepadaku
“ iya, pak “ jawab ku sambil tersenyum
“ bisa saya lihat surat surat lamaran
dan prestasi prestasi??? “ tanya nya kepada ku
Aku segera menyodorkan amplop coklat yang
ku bawa, ia menerimanya, tak lama
setelah mempersilahkan ku duduk,ia masuk
kedalam rumah nya , lima menit kemudian
ia keluar dari rumah nya sambil membawa baju bewarna merahdan amplop coklat
punyaku.
“ kamu saya terima” ucap nya sambil
memberi baju yang ia bawa serta mengembalikan amplop punya ku
“ yang bener pak???” ucap ku tak percaya
“ iya “ jawab nya singkat
“trima kasih, pak” ucap ku berterima
kasih kepada laki laki yg ternyata namanya pak jayadi
Tak lama kemudian, aku segera pamit
pulang setelah aku memperkenalkan nama ku.
Di tengah jalan aku bertemu dengan
Risma , perempuan itu memberiku undangan, yang katanya undangan tunangan
dirinya dengan pacar nya. Entah mengapa
kepalaku terasa pusing sehabis mendengar nya.
Setelah memberikan undangan itu kepadaku, ia pamit dan segera masuk ke
mobilnya. Terlihat seseorang laki laki tersenyum kepada ku dari dalam mobilnya.
Aku hanya membalas senyum nya dan berjalan pergi. Sesampainya dirumah aku segera
merebahkan tubuhku diatas kasur yang tak empuk sedikit pun. Entah aku tak tau
berapa lama aku tertidur .
*******
“di.....ardii,,,
bangun udah maghrib” kata ibu sambil menggoyang – goyangkan bahu ku.
Aku yang merasa terganggu akhirnya
terbangun dari tidur nyenyak ku.
“ iya bu..” ucap ku sambil bergegas
bangun dan mengambil handuk di dalam kamar.
“ byurrr...byurrr.. segar....” ucap ku
sambil terus mengguyur badan ku dengan air dalam bak mandi
“oh iya jam brapa acara nya ya ??”
tanya ku sambil meletakkan telunjuk ku di dagu.
Cepat cepat aku keluar dengan hanya
memakai handuk yang menempel dari bagian pinggang hingga lutut ku.
“ oh jam 10.” Kataku sambil menaruh
undangan itu ketempat nya semula.
“ bu .tolong setrikain kemeja
pemberian bapak ya” ucap ku meminta tolong kepada ibu yang saat itu juga sedang
menyetrika baju milik pelanggannya
“ iya taruh disini aja “ jawabnya
Aku pun menaruh kemeja itu di samping ibu sambil menunggu aku
membaca buku sambil tidur- tiduran di kamar.
Angin malam terasa sepoi sepoi membuat mata ku terasa mengantuk dan
akhirnya aku tertidur.
“ ardi...ardi ...ardi “
“ siapa yang manggil nama aku ya ??
” tanya ku heran “eh ngomong-ngomong aku
ada dimana???” tanya ku lagi dalam hati
“ risma ...risma “ aku terus memanggil
nama perempuan itu
Teriakan perempuan itu semakin
terdengar jelas saat aku mulai masuk kedalam hutan yang amat gelap dan membuat
ku merinding namun entah mengapa kaki ku terus berlari hingga akhirnya aku
menemukan sumber suara, aku segera berlari
mendekati tempat itu “risma ...risma “ aku terus memanggil namanya,
namun entah mengapa ditempat itu, aku tak mendapati dirinya hidup .yang kudapat
hanyalah jasad nya yang telah terbujur kaku.
Ku peluk jasad wanita itu dan berkata “ risma..tunggu aku “.
0 komentar:
Posting Komentar