Sabtu, 13 September 2014

ADAB “Mengendalikan Perut” .



Assalamu'alaikum.
Alhamdulillahhirabbil Alamin, kita masih diberi rahmat Allah sehingga kita masih bisa berdiri tegak, berpijak di atas Bumi Ciptaan nya, Subhanallah, Ngomong- Ngomong Temen – Temen tadi sudah pada makan Siang ?? , pada baca doa atau Kagak tuh ??  makan pakai lauk apa ?? masih ada kagak ?? bagi donggggg... Mimin belum makan sejak tadi,,, wkwkwkwkwk...  ,  oke dah kalau kalian udah pada makan, Oke kali ini kita bakal Bahas Adab “Mengendalikan Perut “  yang pastinya Mimin yakin sering di sepelekan sama  sobat KPM. #Waduhhh
Perut Manusia itu hanya berukuran Sejengkal , Itulah yang kawan – kawan  bawa kemana – mana, menjadi kawan kemanapun sobat KPM pergi, dengan aneka rupa Isi.
Dengan Perut seseorang bisa terantar untuk tetap semangat beraktifitas, begitupun sebaliknya,M.A.L.A.S. #Parrahh
Dari Ummul Mu’minin  Aisyah berkata “ Musibah pertama yang akan menimpa Ummat ini sepeninggal Rasulullah ( Nabinya)  adalah rasa kenyang, Sesungguhnya sesuatu kaum manakala perutnya kenyang, maka akan gemuk badannya, lemah kemauannya, dan syahwatnya akan sukar di kendalikan. “ (at-Tharhiib wa at tarhiib al-Munziri)
Tidaklah Aisyah mengatakan hal itu, melainkah aisyah telah menyaksikan bahwa pada masa kejayaan islam di zaman rasulullah,para sahabat sangat terkontrol dalam hal isi perut,Alhasil, setiap panggilan jihad di medan peperangan,tidak ada di antara mereka yang keberatan untuk turun ke gelanggang, semua menyambutnya dengan penuh riang gembira dan suka cita.  Selesai Shiyam Ramadhan , perut kita siap kembali menampung berbagai jenis makanan apa saja. Bagaimana cara kita untuk mengaturnya ?,  kita mengharapkan berkah pada makanan yang makan dengan mendahului untuk membaca basmallah, membagi  perut menjadi 3 yaitu Makanan, Minuman, Udara.  Dan menghidari makan dan minum dengan tangan kiri,  atau bahkan sambil berdiri,  adapun beberapa hal yang mungkin sering kawan – kawan sepelekan yang pada akhirnya bisa berakibatkan sebuah Kefatalan.
v  Menikmati makanan dengan mengunyahnya pelan – pelan,  berselera menyaksikan hidangan itu boleh boleh saja, hanya saja bila disertai dnegan nafsu santap yang tak terkedali itu tidaklah baik kawan,  kawan – kawan pernah mengahabiskan makanan dalam waktu beberapa menit atau bahkan mungkin dalam hitungan detik, itu sering terjadi ketika kita tengah terburu, tapi beberapa lama kemudian mungkin kawan – kawan akan merasa capek, pegal, badan serasa berat, serba sesak dan susah pula, keadaan ini adalah akibat dari cara makan yang tidak baik dan menghasilkan hasil yang tidak baik pula.  Nikmatilah makanan denga pelan- pelan dengan penuh syukur Atas nikmat yang Allah berikan pada kita,  tata cara makan ini terdapat pada sebuah hadist shahih yang di riwayatkan oleh Ibnu majah, “ Sesungguhnya termasuk pemborosan  bila kamu makan apa saja yang kamu bernafsu memakannya “ (HR.Ibnu Majah )
v  Tidak Langsung Tidur,  kebiasaan kalian setelah makan itu apa kawan – kawan ??  mungkin minoritas saja yang berkata “ beraktivitas spt berkerja, bermain dan lain lain,” mayoritas nya ya pasti berkata “tidur”, hal ini pernah saya tanyakan kepada seorang teman sekelas saya, ia menjawab “ yaa,  Tidur, trus mau ngapain lagi “, saya hanya bisa menggeleng mendengar jawaban itu,, #waduh,,,  awas lama – lama jadi gentong beneran itu perut hahahahha,  tidur dengan alasan “ memberikan waktu bagi perut untuk mengolah makanan “ tapi hal ini mendapat kecaman keras dari Rasulullah, karena selain mendatang rasa malas aktivitas ini dapat membuat tubuh menjadi dipenuhi lemak karena tidak ada proses pembakaran.
v   Dinginkan Makanan, (Panas itu tak berberkah) bila hidangan masih panas  jangan dipaksakan untuk langsung masuk kedalam mulut, namun juga jangan mendinginkan makanan dengan cara ditiup atau bahasa lainnya disebul, dalam sebuah hadist Rasulullah bersabda “ Dinginkan makanan, sesungguhnya makanan panas tidak ada berkahnya “ (HR.AL-HAKIM dan Adailami), juga terdapat dalam HR.Abu Dawud yaitu “ Rasulullah melarang untuk meniup – niup makanan  ataupun minuman “ (HR.Abu Dawud).
v  Mengkokop Kendi,  sobat pernah merasa haus yang sangat sangat ??? hal ini pasti sering kalian lakukan dirumah atau di kantin sekolah mungkin,  ya,, Mengkokop Mulut teko, #monyong-monyong dah tuh mulut :P hahahhahaha.  Meminum dengan cara seperti  selain tidak enak dipandang, perbuatan itu mencerminkan sikap “tidak sabar”  dan kurang beretiket, “ Rasulullah  melarang orang yang minum membalik mulut kendi langsung ke mulutnya “  (HR. Bukhari dan Muslim)
Sekian dulu ya sobat, semoga yang sedikit ini dapat bermanfaat, oh iya jangan lupa 3D ya kawan
“ Dibaca, Di amalkan, di bagikan “ hehehehe...
Wassalamu’alaikum

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com