Sabtu, 13 September 2014

Life Purpose



Assalamu’alaikum sobat sobat pembaca..
Kali ini kita bakal bahas tentang “tUJUAN “ yoooo
Silahkan disimak ya

Life Purpose ??
Jika kalian di tanya Tujuan Hidup Kalian, kalian jawab apa ??
a.       Memenuhi kebutuhan hidup
b.      Mencari Kepuasan
c.       Mencari Ridha allah
d.      Mengumpulkan amal
Yang mana pilihan kalian ??
 Dari pada  kalian bingung yuk di simak ya !!
Setiap Muslim diberi tugas dan tanggung jawab yang tidak ringan. Secara individu masing – masing berkewajiban melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah. Secara bersama –sama . kaum muslimin wajib memperjuangkan agamanya. Berjuang dalam bahasa agama  disebut Jihad .Artinya bersungguh – sungguh   mencurahkan segenap pikiran dan kekuatan melawan hawa nafsu,syetan,kebatilan dan  menghancurkan orang –orang kafir. Pelaku perjuangan ini bisa disebut Mujahid, karenanya , setiap Muslim mestinya dalah seorang Mujahid.
Namun seorang muslim baru bisa di sebut mujahid  bila telah berusaha untuk mencapai tujuannya, merencanakan dan meperjuangkannya dengan lisan dan tulisan dan berjuang untuk itu  dengan sepenuh hati dan tenaga. Pendeknya, mencurahkan segenap dana dan dayanya untuk mencapai prestasi dan melawan segala kekuatan yang menghadangnya.ia tidak ragu – ragu menghadapai bahaya dalam kehidupannya demi cita- cita luhurnya.
Apa tujuan dan cita – cita seorang mujahid fii sabilillah??
Ini bocoran nya,, silahkan disimak ya kawan...
Tujuan seorang mujahid fii sabilillah sudah jelas, yaitu li-i’laa-i kalimatillah hiyal-‘ulya, tegak berdirinya  kalimah Allah yang Mulia. Setiap mujahid  ingin menegakkan komitmen syahadatnya.bahwa tiada illah kecuali allah.Hidup baginya adalah pembuktian terhadap kalimat ini. Karenanya hidupnya hidup bukan sekadar untuk mempertahankan kehidupan saja. Itu bukan jaltah untuk  manusia, melainkan untuk binatang. Yang memang sepanjang hidupnya hanya di manfaatkan untuk mencari kepuasan hingga ajal datang.
Tetapi alangkah banyak manusia yang tidak mempunyai tujuan hidup. Mereka hidup asal hidup. Artinya tidak ada yang diperjuangkan kecuali kesenangan hidup yang berpusat  pada perut dan seksual. Hari – Hari mereka di habiskan untuk memenuhi kebutuhan ini, sampai mati. Mereka memang berbeda sama sekali dengan orang yang beriman yang memiliki cita- cita luhur dan mengerahkan seluruh potensi miliknyauntuk cita – cita itu. Apa pun resikonya yang menghadang,Bagi orang beriman tak akan jadi penghalang.
Dalam mewujudkan cita – cita seorang  mujahid melakukan serangkaian kegiatan, di mulai dari persiapan, perencanaan, baru pelaksanaan. Tanpa ada persiapan dan perencanaan yang matang bukan berjuang namanya. Tapi kenekadan. Akibatnya  bisa sangat fatal.
Tidak menutup kemungkinan orang yang  ngotot sebagai pejuang tanpa ada persiapan itu bakal patah di tengah jalan. Tidak jarang mereka putus asa. Malah berbelok arah.Lantas muncullah istillah baru, Mantan pejuang. Ketika masih  mahasiswa semangatnya luar biasa, mengebu- ngebu seolah- olah hanya dirinya sendiri yang berjuang.Tapi setelah masa itu terlewat.Lantas berkeluarga . terbentur dengan urusan Ekonomi dan berbagai urusan dan berbagai urusan kemasyarakatan. Mereka kemudian surut kebelakang.
Idealisme yang membara ketika masih mahasiswa itu biasa, sebab mereka belum hidup dialam nyata.untuk biaya hidupnya saja masih bergantung kepada orang tua. Segala hajat hidup juga bukan berasal usahanya. Semua masih di pasok orang lain, beda sekali denga sesudah berkeluarga. Mereka tidak hanya harus Mandiri, mereka juga harus membiayai Anak dan Istri. Disaat seperti itulah idealisme  seseorang baru Teruji.
Karenanya, Perjuangan  itu tidak bisa diukur hanya dari vokal tidaknya Suara. Pencuri berteriak Maling itu Banyak, karenanya perlu ada kewaspadaan. Kita tidak mencurigai orang yang bersuara lantang. Tapi kita juga tidak bisa percaya bvegitu saja. Apalagi belum ada buktinya.
Sebuah Kisah untuk kawan – kawan
Suatu Ketika seorang Ulama menjumpai seseorang pemuda yang begitu lantang berbicara tentang perjuangan. Saking semangatnya,si pemuda lupa atau sengaja menyebut – nyebut seorang tokoh kenamaan dengan sebutan yang memekakkan telinga.Tokoh tersebut dikatakan sebagai pengkhianat, pecundang,pengecut, penakut. Nampaknya pemuda ini lupa siapa dirinya, yang justru belum punya andil apa – apa dalam perjuangan Islam. Belum ada pengorbanan yang pantas disebut sebagai andil perjuangan.
Terhadap Pemuda tersebut. Sang ulama bertanya apakah engkau sudah berkeluarga wahai pemuda ??
Sang pemuda pun menjawab “ Belum “
Setelah di jawab sang ulama pun menimpali
“ Jika demikian Pulanglah, tak usah banyak bicara dahulu tentang perjuangan, anda belum Realistis, anda sedang Ber angan – Angan.”
Ada pertanyaan gak yang terlintas di benak kawan – kawan ??
#Me
Question : “ loh, apa hubungan nya Hidup berkeluarga dengan Perjuangan ??  
@ Tiang (saya) *hahahha
Answer : Perlu di ketahui oleh kawan – kawan, ornag yang sudah berkeluarga mempunyai Mental yang lebih matang. Karena ia tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, ia juga memikirkan Anak Dan Istrinya, ia Harus memenuhi semua tuntutan – tuntutan anak dan Istrinya.
Idealisme orang – orang yang belum memiliki kematangan Hidup sebenarnya bukanlah Idealisme. Lebih pas bin pantas di sebut “Ber angan – angan “ , Why ????
Because Mereka belum berpijak di atas tanah. Masih Meng awang – awang. Kakinya masih menggantung, Belum Realistis dalam menyikapi Rona kehidupan
“ Tiadalah Iman itu Ber angan – angan, tetapi iman itu adalah Amal (pembuktian),” Kata Nabi
Agar kita tidak di sebut Tukang Ngibul, Tukang ngayal dan sederet lainnya ada baiknya kita mulai membangun kehidupan Islam, meskipun dengan Gerakan ihyaa- us sunnah. Misalnya tidak banyak menarik perhatian, karena dianggap sepele.Tapi Jika kita mengajak para pemuda untuk membicarakan tentang kekuasaan, dan rejim yang berkuasa maka suasananya akan menjadi hangat , sambutan nya antusias dan mengasyikkan.
Orang bisa duduk berjam- jam membicarakan  masalah politik dan Kekuasaan. Orang yang paling bodoh sekalipun dapat diajak bicara politik, dan mereka punsenang, saking asyiknya bicara tentang politik sampai mereka lupa bahwa mereka hanya di jadikan sebagai Umpan.
Yang perlu diketahui dan disadari bahwa orang –orang yang terjun di bidang itu tidak semuanya bersih, Artinya, ambisi dan Interes pribadi sering mewarnai Langkah –Langkah Politiknya. Tak heran bila ada yang sedikit jumlah nya , malah bisa dibilang mayoritas.
Jika sudah demikian , bukan lagi islam yang di perjuangkan. Islam tidak lagi menjadi tujuan. Malah sebaliknya . Islam di jadikan tunggangan untuk mencapai sukses Pribadi. Mencapai ambisi dan memenuhi keinginan  sendiri. Islam di jadikan sebagai Alat , bukan tujuan . Mereka inilah sebenarnya yang di sitir Allah dalam firmannya ( bisa di cek di Al qur-an ya sobat.. )
“ Mereka menukarkan ayat- ayat Allah dnegan harga yang sedikit, lalu mereka menghalang-halangi(manusia)  dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa  yang mereka kerjakan. “ (At-taubah : 90)
Ada sindiran yang hidup di tengah – tengah masyarakat kita yang di tujukan kepada mereka.Ketika masih belum memperoleh kursi. Mereka Gentol membaca ayat kursi .akan tetapi setelah pemilu selesai, ayatnya ditinggalkan, yang tersisa tinggallah kursinya.
Allah tidaklah rela kepada mereka yang menjual agama allah, menjual ayat – ayat Nya dnegan harga yang sangat murah itu.  Ayat Allah itu  mahal, jangan ditukar dengan dengan harga yang murah . Islam jangan dijadikan tunggangan untuk mencapai tujuan Politik.
Para Ulama punya tanggung jawab menjaga agamanya dari sentuhan  tangan – tangan kotor manusia yang memperturutkan hawa nafsunya. Jangan sampai ulama terlibat dalam hal jual – beli ayat ini.
Kekuasaan itu diberikan allah sebagai Bonus kepada mereka yang benar benar memperjuangkan Islam. Asal syarat ini dipenuhi.Allah tidak  akan terlambat memenuhi janji-Nya. Perjuangkan Islam secara sungguh-sungguh, Kekuasaan akan diberikan .Tapi Jika kekuasaan itu yang di incar, yang menjadi tujuan.maka kegagalan pasti bakal kita temukan .Justru  Islam semakin Tenggelam.
Alangkah banyak Orang yang kini seolah-olah memperjuangkan Islam ,padahal sebenarnya Menunggangi Islam. Orang – Orang demikian ini sangat berbahaya dalam korteks perjuangan yang sebenarnya. Mereka tak Segan – Segan mengorbankan islam demi Kepentingannya, demi ambisi pribadi.
Dalam Berjuang tak usahlah tergiur oleh kekuasaan , Niat harus tetap terkontrol agar tidak sampai berubah.
Rasulullah adalah pejuang yang bersih, beliau sama sekali tidak tergiur dengan kekuasaan ,andai  saja kekuasaan  yang di incar,sejak awal nabi sudah di tawari, Tokoh-Tokoh Kafir Quraisy yang datang kepada beliau , mereka menawarkan kekuasaan kepada Nabi Muhammad, Namun Tawaran itu Nabi tolak Mentah – Mentah.
Sampai disini kalian punya pemikiran gak ??
#Me.
Kenapa Rasulullah gak nerima Kekuasaan itu ?? kan setelah dapat di kuasai  kita dakwahkan ajaran Islam dan Menyuruh rakyat untuk memeluk agama Islam (membaca syahadat dan Harus Taat).
But. Pemikiran Rasulullah tidak sesederhana seperti yang saya fikirkan.
Menurut Rasulullah, Kekuasan  itu nanti setelah islam Eksis di muka bumi. Tanpa direbut pun kekuasaan itu akan diserahkan kepada Kaum Muslimin,Itulah yang terjadi pada saat futuh Makkah, bumi makkah di bebas kan oleh umat islam tanpa perlawanan yang berarti.
Dengan cara yang ditempuh rasulullah ini Islam mengakar di Masyarakat . dengan pengakaran ini Islam tak mudah di cabut olehb siapa pun. Ketika rasulullah meninggal,Islam tidak ikut Terkubur, malah berkembang pesat hingga daratan eropa.
Barang kali akan lain cerita apabila Islam ditegakkan dengan Kekuasan .Mungkin islam akan berkembang dengan cepat ,akan tetapi masa surutnya mungkin akan lebih cepat lagi.
Indonesia di jajah oleh Belanda sekita 3,5 Abad. Dan menurut perhitungan seharusnya Islam tidak tersisa di bumi Indonesia. Tapi apa yang terjadi ?? Indonesia menjadi Negara dengan jumlah penduduk beragama Islam yang kapasitasnya terbanyak di Asia.
Apa sih Resepnya ??
Jawabannya ada pada 2 K
-Keikhlasan
- kemurnian hati para pembawanya.
Mari kita Istiqamah dalam garis perjuangan,Jangan tergiur dengan bermacam –macam penawaran yang sangat menyilaukan, jangn pula berkecil hati ketika mendapati banyak hambatan. Kiata berjuang itu karena itu Adalah kewajiban kita. Kita berjuang itu adalah garis perjalanan Nabi Muhammad . inilah prinsip yang harus kita pegang Teguh.
“ Berjihadlah kamu pada jalan Allah supaya memperoleh Kemenangan “ (QS.Al- Maidah : 35)
Wassalamualaikum...

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com