Assalamu’alaikum sobat sobat pembaca..
Kali ini kita bakal bahas tentang “tUJUAN “ yoooo
Silahkan disimak ya
Life Purpose ??
Jika kalian di tanya Tujuan Hidup Kalian, kalian jawab apa
??
a.
Memenuhi kebutuhan hidup
b.
Mencari Kepuasan
c.
Mencari Ridha allah
d.
Mengumpulkan amal
Yang mana pilihan kalian ??
Dari pada kalian bingung yuk di simak ya !!
Setiap Muslim diberi tugas dan tanggung jawab yang tidak
ringan. Secara individu masing – masing berkewajiban melaksanakan perintah dan
menjauhi larangan Allah. Secara bersama –sama . kaum muslimin wajib
memperjuangkan agamanya. Berjuang dalam bahasa agama disebut Jihad .Artinya bersungguh – sungguh mencurahkan segenap pikiran dan kekuatan
melawan hawa nafsu,syetan,kebatilan dan
menghancurkan orang –orang kafir. Pelaku perjuangan ini bisa disebut
Mujahid, karenanya , setiap Muslim mestinya dalah seorang Mujahid.
Namun seorang muslim baru bisa di sebut mujahid bila telah berusaha untuk mencapai tujuannya,
merencanakan dan meperjuangkannya dengan lisan dan tulisan dan berjuang untuk
itu dengan sepenuh hati dan tenaga.
Pendeknya, mencurahkan segenap dana dan dayanya untuk mencapai prestasi dan
melawan segala kekuatan yang menghadangnya.ia tidak ragu – ragu menghadapai
bahaya dalam kehidupannya demi cita- cita luhurnya.
Apa tujuan dan cita – cita seorang mujahid fii sabilillah??
Ini bocoran nya,, silahkan disimak ya kawan...
Tujuan seorang mujahid fii sabilillah sudah jelas, yaitu
li-i’laa-i kalimatillah hiyal-‘ulya, tegak berdirinya kalimah Allah yang Mulia. Setiap mujahid ingin menegakkan komitmen syahadatnya.bahwa
tiada illah kecuali allah.Hidup baginya adalah pembuktian terhadap kalimat ini.
Karenanya hidupnya hidup bukan sekadar untuk mempertahankan kehidupan saja. Itu
bukan jaltah untuk manusia, melainkan
untuk binatang. Yang memang sepanjang hidupnya hanya di manfaatkan untuk
mencari kepuasan hingga ajal datang.
Tetapi alangkah banyak manusia yang tidak mempunyai tujuan
hidup. Mereka hidup asal hidup. Artinya tidak ada yang diperjuangkan kecuali
kesenangan hidup yang berpusat pada
perut dan seksual. Hari – Hari mereka di habiskan untuk memenuhi kebutuhan ini,
sampai mati. Mereka memang berbeda sama sekali dengan orang yang beriman yang
memiliki cita- cita luhur dan mengerahkan seluruh potensi miliknyauntuk cita –
cita itu. Apa pun resikonya yang menghadang,Bagi orang beriman tak akan jadi
penghalang.
Dalam mewujudkan cita – cita seorang mujahid melakukan serangkaian kegiatan, di
mulai dari persiapan, perencanaan, baru pelaksanaan. Tanpa ada persiapan dan perencanaan
yang matang bukan berjuang namanya. Tapi kenekadan. Akibatnya bisa sangat fatal.
Tidak menutup kemungkinan orang yang ngotot sebagai pejuang tanpa ada persiapan
itu bakal patah di tengah jalan. Tidak jarang mereka putus asa. Malah berbelok
arah.Lantas muncullah istillah baru, Mantan pejuang. Ketika masih mahasiswa semangatnya luar biasa, mengebu-
ngebu seolah- olah hanya dirinya sendiri yang berjuang.Tapi setelah masa itu
terlewat.Lantas berkeluarga . terbentur dengan urusan Ekonomi dan berbagai
urusan dan berbagai urusan kemasyarakatan. Mereka kemudian surut kebelakang.
Idealisme yang membara ketika masih mahasiswa itu biasa,
sebab mereka belum hidup dialam nyata.untuk biaya hidupnya saja masih
bergantung kepada orang tua. Segala hajat hidup juga bukan berasal usahanya.
Semua masih di pasok orang lain, beda sekali denga sesudah berkeluarga. Mereka
tidak hanya harus Mandiri, mereka juga harus membiayai Anak dan Istri. Disaat
seperti itulah idealisme seseorang baru
Teruji.
Karenanya, Perjuangan itu tidak bisa diukur hanya dari vokal
tidaknya Suara. Pencuri berteriak Maling itu Banyak, karenanya perlu ada
kewaspadaan. Kita tidak mencurigai orang yang bersuara lantang. Tapi kita juga
tidak bisa percaya bvegitu saja. Apalagi belum ada buktinya.
Sebuah Kisah untuk kawan – kawan
Suatu Ketika seorang Ulama menjumpai seseorang pemuda yang
begitu lantang berbicara tentang perjuangan. Saking semangatnya,si pemuda lupa
atau sengaja menyebut – nyebut seorang tokoh kenamaan dengan sebutan yang
memekakkan telinga.Tokoh tersebut dikatakan sebagai pengkhianat,
pecundang,pengecut, penakut. Nampaknya pemuda ini lupa siapa dirinya, yang
justru belum punya andil apa – apa dalam perjuangan Islam. Belum ada
pengorbanan yang pantas disebut sebagai andil perjuangan.
Terhadap Pemuda tersebut. Sang ulama bertanya apakah engkau
sudah berkeluarga wahai pemuda ??
Sang pemuda pun menjawab “ Belum “
Setelah di jawab sang ulama pun menimpali
“ Jika demikian Pulanglah, tak usah banyak bicara dahulu
tentang perjuangan, anda belum Realistis, anda sedang Ber angan – Angan.”
#Me
Question : “ loh, apa hubungan nya Hidup berkeluarga dengan
Perjuangan ??
@ Tiang (saya) *hahahha
Answer : Perlu di ketahui oleh kawan – kawan, ornag yang
sudah berkeluarga mempunyai Mental yang lebih matang. Karena ia tidak hanya
memikirkan dirinya sendiri, ia juga memikirkan Anak Dan Istrinya, ia Harus
memenuhi semua tuntutan – tuntutan anak dan Istrinya.
Idealisme orang – orang yang belum memiliki kematangan Hidup
sebenarnya bukanlah Idealisme. Lebih pas bin pantas di sebut “Ber angan – angan
“ , Why ????
Because Mereka belum berpijak di atas tanah. Masih Meng
awang – awang. Kakinya masih menggantung, Belum Realistis dalam menyikapi Rona
kehidupan
“ Tiadalah Iman itu Ber angan – angan, tetapi iman itu
adalah Amal (pembuktian),” Kata Nabi
Agar kita tidak di sebut Tukang Ngibul, Tukang ngayal dan
sederet lainnya ada baiknya kita mulai membangun kehidupan Islam, meskipun
dengan Gerakan ihyaa- us sunnah. Misalnya tidak banyak menarik perhatian,
karena dianggap sepele.Tapi Jika kita mengajak para pemuda untuk membicarakan
tentang kekuasaan, dan rejim yang berkuasa maka suasananya akan menjadi hangat
, sambutan nya antusias dan mengasyikkan.
Orang bisa duduk berjam- jam membicarakan masalah politik dan Kekuasaan. Orang yang
paling bodoh sekalipun dapat diajak bicara politik, dan mereka punsenang,
saking asyiknya bicara tentang politik sampai mereka lupa bahwa mereka hanya di
jadikan sebagai Umpan.
Yang perlu diketahui dan disadari bahwa orang –orang yang
terjun di bidang itu tidak semuanya bersih, Artinya, ambisi dan Interes pribadi
sering mewarnai Langkah –Langkah Politiknya. Tak heran bila ada yang sedikit
jumlah nya , malah bisa dibilang mayoritas.
Jika sudah demikian , bukan lagi islam yang di perjuangkan.
Islam tidak lagi menjadi tujuan. Malah sebaliknya . Islam di jadikan tunggangan
untuk mencapai sukses Pribadi. Mencapai ambisi dan memenuhi keinginan sendiri. Islam di jadikan sebagai Alat ,
bukan tujuan . Mereka inilah sebenarnya yang di sitir Allah dalam firmannya (
bisa di cek di Al qur-an ya sobat.. )
“ Mereka menukarkan ayat- ayat Allah dnegan harga yang sedikit,
lalu mereka menghalang-halangi(manusia)
dari jalan Allah. Sesungguhnya amat buruklah apa yang mereka kerjakan. “ (At-taubah : 90)
Ada sindiran yang hidup di tengah – tengah masyarakat kita
yang di tujukan kepada mereka.Ketika masih belum memperoleh kursi. Mereka
Gentol membaca ayat kursi .akan tetapi setelah pemilu selesai, ayatnya
ditinggalkan, yang tersisa tinggallah kursinya.
Allah tidaklah rela kepada mereka yang menjual agama allah,
menjual ayat – ayat Nya dnegan harga yang sangat murah itu. Ayat Allah itu
mahal, jangan ditukar dengan dengan harga yang murah . Islam jangan
dijadikan tunggangan untuk mencapai tujuan Politik.
Para Ulama punya tanggung jawab menjaga agamanya dari
sentuhan tangan – tangan kotor manusia
yang memperturutkan hawa nafsunya. Jangan sampai ulama terlibat dalam hal jual
– beli ayat ini.
Kekuasaan itu diberikan allah sebagai Bonus kepada mereka
yang benar benar memperjuangkan Islam. Asal syarat ini dipenuhi.Allah
tidak akan terlambat memenuhi janji-Nya.
Perjuangkan Islam secara sungguh-sungguh, Kekuasaan akan diberikan .Tapi Jika
kekuasaan itu yang di incar, yang menjadi tujuan.maka kegagalan pasti bakal
kita temukan .Justru Islam semakin
Tenggelam.
Alangkah banyak Orang yang kini seolah-olah memperjuangkan
Islam ,padahal sebenarnya Menunggangi Islam. Orang – Orang demikian ini sangat
berbahaya dalam korteks perjuangan yang sebenarnya. Mereka tak Segan – Segan
mengorbankan islam demi Kepentingannya, demi ambisi pribadi.
Dalam Berjuang tak usahlah tergiur oleh kekuasaan , Niat
harus tetap terkontrol agar tidak sampai berubah.
Rasulullah adalah pejuang yang bersih, beliau sama sekali
tidak tergiur dengan kekuasaan ,andai
saja kekuasaan yang di
incar,sejak awal nabi sudah di tawari, Tokoh-Tokoh Kafir Quraisy yang datang
kepada beliau , mereka menawarkan kekuasaan kepada Nabi Muhammad, Namun Tawaran
itu Nabi tolak Mentah – Mentah.
Sampai disini kalian punya pemikiran gak ??
#Me.
Kenapa Rasulullah gak nerima Kekuasaan itu ?? kan setelah
dapat di kuasai kita dakwahkan ajaran
Islam dan Menyuruh rakyat untuk memeluk agama Islam (membaca syahadat dan Harus
Taat).
But. Pemikiran Rasulullah tidak sesederhana seperti yang
saya fikirkan.
Menurut Rasulullah, Kekuasan
itu nanti setelah islam Eksis di muka bumi. Tanpa direbut pun kekuasaan
itu akan diserahkan kepada Kaum Muslimin,Itulah yang terjadi pada saat futuh
Makkah, bumi makkah di bebas kan oleh umat islam tanpa perlawanan yang berarti.
Dengan cara yang ditempuh rasulullah ini Islam mengakar di
Masyarakat . dengan pengakaran ini Islam tak mudah di cabut olehb siapa pun.
Ketika rasulullah meninggal,Islam tidak ikut Terkubur, malah berkembang pesat
hingga daratan eropa.
Barang kali akan lain cerita apabila Islam ditegakkan dengan
Kekuasan .Mungkin islam akan berkembang dengan cepat ,akan tetapi masa surutnya
mungkin akan lebih cepat lagi.
Indonesia di jajah oleh Belanda sekita 3,5 Abad. Dan menurut
perhitungan seharusnya Islam tidak tersisa di bumi Indonesia. Tapi apa yang
terjadi ?? Indonesia menjadi Negara dengan jumlah penduduk beragama Islam yang
kapasitasnya terbanyak di Asia.
Apa sih Resepnya ??
Jawabannya ada pada 2 K
-Keikhlasan
- kemurnian hati para pembawanya.
Mari kita Istiqamah dalam garis perjuangan,Jangan tergiur
dengan bermacam –macam penawaran yang sangat menyilaukan, jangn pula berkecil
hati ketika mendapati banyak hambatan. Kiata berjuang itu karena itu Adalah
kewajiban kita. Kita berjuang itu adalah garis perjalanan Nabi Muhammad .
inilah prinsip yang harus kita pegang Teguh.
“ Berjihadlah kamu pada jalan Allah supaya memperoleh
Kemenangan “ (QS.Al- Maidah : 35)
Wassalamualaikum...
0 komentar:
Posting Komentar