Kamis, 30 April 2015

Setengah Hati yang tertinggal


Taukah kau sahabat, aku mengerti dirimu, mencoba memahami mu.
Aku tak mengapa kau abaikan, kau datangi ketika kau butuh kan aku.
Aku akan coba membantu mu, aku hanya ingin satu hal, “pahami aku” hanya itu
Kau tahu sedari kecil kita telah bersama, melewati banyak hal yang tak pernah kulakukan
Hingga akhirnya kulakukan bersama denganmu.

Taukah kau orang yang aku sayang, dimana dirimu saat ini ?
Aku begitu merindukan kehadiran dirimu,aku merindukan kebersamaan kita.
Meski kita tak pernah bertemu, dirimu pernah berkata “ ikatan ukhuwah islamiah”
Apa kini kau merasakan ikatan itu ? ikatan rindu seorang sahabat jauh.
Yang aku tahu kini aku merindukan canda tawa kita, aku mengkhawatirkan dirimu kak.


Taukah kau orang yang ku suka, saat ini aku bingung, tak tahu apalah yang hendak ku kerjakan
Aku sadar aku terlalu lemah, dukung diriku meninggalkan rasa yang lama tertanam ini..
Bantu aku mengubur semua harapan yang pernah ku harap. Maaf aku memcoba berlari menjauh bukan memutuskan tali silahturahmi antara kita. Rasa ini terlalu membuang tenaga dan waktu ku.

Taukah kau orang yang melupakan dan meninggalkan ku
Aku hanya ingin kau tahu, aku tak meninggalkan dan melupakan dirimu, entah apa yang terbesit dalam benak mu tentang diriku, aku tak tahu.. hanya satu yang ku ingin kan “ ingat diriku, diriku yang pernah ada dalam perjalanan hidup mu”

Taukah kau ? sepotong hati ku tertinggal di kehidupan masa lalu ku,,
Aku yang mengharapkan semua hal namun tak tersampaikan dengan baik, diriku yang dulu ada di kehidupan masa lalu bersama kalian. Kini hanya sebuah bayangan yang akan semakin kuat terlihat ketika datangnya cahaya dan akan menghilang ketika gelap datang berganti.

Aku mengenal kalian yang dulu, bukan yang sekarang.

Maka cara ku adalah mengenal kembali jati diri orang orang yang pernah bersamaku,  melupakan kenangan pahit, senang  bersama kehidupan kelam ku dulu. 

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com