Friend
Pengenalan Tokoh
Afifah
-
Itu adalah nama asli ane, tapi di kehidupan ane
ane punya banyak nama. Di keluarga ane biasa di panggil ipah, pipah, mbak pah
-_- ( hampir mirip kayak ngomong “bak Sampah” :P ) nama yang paling Tragis itu”
Air Keruh “ ini nama SMA gue, aneh
banget kan.. mau tau gak dari mana asal
nama itu ? yakin elu mau tau ?? ah masak ?? mi apah ?? :P oke.... cekidot jadi beberapa bulan yang lalu
nama FB gue itu Fiefha, karena kesel sama temen sekelas yang yang kebetulan
punya Username hampir mirip sama Username
ane . akhirnya ane ngalah dan ganti Username ane di FB jadi biru laut, kadang ane
gak habis fikir. Dari SD sampai SMA ane selalu punya nama kembar. Waktu SD ada
adik kelas yang namanya mirip kayak ane, namanya dia itu “ Khofifah” dipanggilnya
itu “fifah”, lulus SD ane lanjut ke sekolah tetangga:v, kenapa ane bilang
sekolah tetangga ya karena SD gue sama SMP gue mepet kayak tetanggaan. Masuk SMP adalagi yang
punya nama mirip kayak gue beda huruf doang tapi coeg ane
pake huruf “f” dia pakai huruf “v”
-_- . waktu masih kelas 3 SMP gue punya mimpi buat masuk sekolah
menengah kejuruan alias ESEMKA... Adehh.. bahlull SMK yang bener -_- . tapi
sayang ternyata tuhan berkata lain. Ane di wasiatkan buat masuk sekolah yang
sampai saat ini ane belum bisa ikhlas nerimanya. Karena...
*woy.... ini pengenalan tokoh atau pidato kemerdekaan ?? :v hahah lanjut
di cerita gue aja ya..
Yunika
,, :v
ini temen pertama gue ketika gue memijakkan kaki di perumahan jalak putih yang
permai ini :o hahha. Kenal dia itu sesuatu banget bagi gue... dia beda agama
sama agama yang gue anut, dia agama kristian dia sekarang kuliah di STIE Dharma Satya *kalau gak salah :v . .. jarak
rumah kita gak sampai 10 meter.. sekitar 10 langkah dari rumah :v tapi terakhir
gue main kerumah dia itu tanggal 21 bulan September tahun 2013.. :v ingatan gue
hebat banget kan. :v hahah gak... gak.. gue boong sama elu, semua itu berkat si
Kalender. Setiap gue bikin janji sama temen atau siapa itu. Gue selalu
ngeksekusi habis habis si kalender.. *malangnya nasib mu nak... dari feeling gue , kita punya banyak
kesamaan. Kita sama sama suka anime, tokusatsu segala macem yang berbau
jepang.. *sejak kapan jepang berbau ?? kita juga suka film thailand... gue itu
orangnya kepo an :v *Gomen Kak ika. Gue
sering kepoin akun ni orang mulai dari di FB dan Twitter, maklum gue cuman punya 2 akun itu doang di
Sosmed dan kebetulan dia juga punya.
Intan
-
Nah, ini
temen sekaligus kakak kelas gue waktu SD, dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Nama
kakak nya itu Kak. Mega dan adiknya itu
namanya Fikri. Dia bertahan di perumahan
jalak putih yang permai katanya ini hanya 1 setengah tahun. Singkat banget kan.
Tp kita bertiga banyak punya kenangan, aku gak begitu tau tentang si kakak ini.
Dia lebih sering curhat ke Ika. Maklum lah umur mereka sepandan. Beda sama gue
yang masih unyu – unyu gini..*klepokkk si kakak ini baik, dan cantik serta
pintar juga loh... dia pernah ikut percepatan waktu SMP... dan sekarang dia
juga sedang mengeyam pendidikan di Universitas yang gak gue tahu tempat dan
namanya... kita Miscom T_T
Nabila
-
Dia ini
temen pertama gue yang sepandan sama gue. Sekarang dia lagi ngelanjutin sekolah
di sekolah yang lumayan “WOW” di kota gue. Kita seumuran.. rumah kita cuman
berjarak 1 km kurang... bisa dibilang
lumayan dekat lah. Kita udah lama miscom tp aku masih ingat semua hal tentang
dia. Dia itu lahir tanggal 20 Agustus 1998, dulu waktu Icil Nge #Trend dia suka
banget sama Mario stevano Aditya Haling alias RIO Icil.. dulu kita sering maen bareng. Tp itu dulu gak
ngerti sama yang sekarang.. mungkin kita emang belum waktunya ketemu *jiah
kayak apaan aja.. dia punya kakak yang
namanya “Iyand” sekarang lagi kuliah di Universitas UNDIKSHA.
Tokoh lain yang bakal
ada di buku ini
*alm.umi (ibu ku), abi
ku, kultsum,iqbal, muflih, dan bakal banyak lagi.. oke deh cekidot aja langsung
yeeee
Salam Dari Penulis
Afifah Atthahirah
Nama itu Doa
Hai.. yoroshiku.. nama ku itu Afifah, tapi semenjak kematian
umiku, aku menggunakan sebuah nama yang pernah ia berikan kepada ku “ Afifah Athahirah”
, dulu ketika aku masih sekolah setingkat SD seorang teman ku menanyakan nama
real ku aku katakan kepada mereka kalau namaku itu Afifah Atthahirah, mereka
mengatakan aku berbohong karena tertulis jelas di daftar Absen kelas nama ku
itu hanya tertera “ Afifah “, sepulang dari sekolah aku langsung mempertanyakan
perihal namaku yang sebenarnya kepada umiku. Ia berkata “ iya, sayang dulu
memang umi berniat memberikan nama itu, tapi umi ragu. Selesai ia berkata aku
membalasnya “ tapi boleh gak aku makai nama itu,mi ? “ tanyaku sambil
menunduk, waktu itu aku pernah baca
sebuah majalah langganan umi, di sana ada sebuah rubrik yang judulnya itu “
Nama itu adalah doa “. Ungkapku , namun tak kudapat balasan dari mulutnya, tak
lama ia menatapku sambil tersenyum dan berkata “ tentu saja” ...
Momen itu masih ku ingat jelas
Aku
berhenti !!!
Masih ku ingat kejadian itu. ketika
aku itu aku di bangun kan pagi – pagi oleh umi ku karena umi ku lebih
mengetahui jadwal sekolah ku, aneh ya.. padahal yang sekolah itu aku bukan
beliau. Itu lah aku, dia mengenal lebih mengenal diriku padahal hingga kini aku sendiri tak mengenal
apa sih aku ini.. aku merasa hampa tampanya T_T. Selesai mandi aku bersiap
menuju sekolah ku yang tak lumayan jauh dari rumah. Kali ini aku diantar oleh
abiku yang kala itu masih bekerja sebagai pegawai toko serba ada. Sesampai di
sekolah beliau lekas terkikis bayang dan pergi makin menjauh dengan sepeda
montor honda berwarna merah yang sedang nge trend di tahun 2000 an.. aku pun segera masuk kedalam sekolah,
seperti biasa. Aku kurang sosialisasi dengan orang – orang yang ada di sekitar
ku, termasuk teman – teman sekelas ku. Aku hanya duduk menjauh dari mereka
karena merasa tak percaya diri berada di tengah – tengah mereka yang aku anggap
“Wow”, tak beberapa lama seorang guru
berbaju olahraga menghampiri kami dan menyuruh kami untuk pergi kemasjid yang
berada tepat di belakang sekolah, kami pun segera berbaris dan berjalan
bergandengan di arah kiri jalan. Tak memakan waktu yang lama. Kurang dari 10
menit kami semua sudah tiba di tengah tengah lapangan masjid, ketika itu aku
merasa heran dengan benda yang di bawa oleh guru olahraga ku saat itu, ia
membawa sebuah ember yang tak ku tahu isinya apa, tak beberapa lama ia kembali
mendekati kami dan kembali menyuruh kami
semua untuk berbaris. Ketika aku kelas 1
nomor absen ku itu adalah nomor 2 , kemudian di kelas 3 SD aku menjadi absen
pertama,di sebab kan kepindahan seorang teman laki laki ku yang bernama
“ Abdullah” .
selesai berbaris sa kami di suruh membuat 2 shaf , baris pertama
berpasangan dengan baris kedua, begitu
pula dengan baris ke 3 dan ke 4. Selesai
berpasang- pasangan kami dipanggil kedepan, ketika giliran ku, aku merasa
sangat gugup dan aku merasa kaki ku menjadi kaku.. guru ku menyuruh untuk kuda – kuda , satu
persatu teman temanku di suruh olehnya untuk memukul kaki ku, dan aku harus
menahan nya. Pulang sekolah aku di
jemput oleh umiku, beliau rela berjalan kaki hanya untuk menjemputku. T_T.. di
tengah jalan sembari menghapus keheningan aku mulai membuka mulutku dan
meneteskan air mata “ umi... kaki ku sakit “ ucapku sambil menangis, umi ku
menatap heran “ mbak kenapa ? “ *umi ku
manggil aku mbak , aku gak ngerti alasannya kenapa..
“ aku pingin pindah sekolah mi,
kaki ku sakit sekali , aku gak mau sekolah disana “ ucapku sambil terus menangis. Umi semakin ku
buat heran “ loh, memangnya kenapa sayang ?” tanyanya kepadaku. “ tadi kaki ku di tendang berkali – kali sama
teman – teman dan gurunya diam aja, malah hanya mencorat – coret selembaran
kertas “ ungkapku sambil menghapus air mata yang mengalir di lekukan – lekukan
pipi ku. “ masih sakit kakinya ? tanyanya, “
sebentar lagi sampai rumah, tahan ya sayang.. nanti biar umi yang bilang sama gurunya. “ ucapnya lagi menambahi. “ masih mi, iya mi “
jawabku..
Masuk SMP aku ikut extra kurikuler
“ Tapak Suci “ milik organisasi Muhammadiyah. Ketika itu aku yang tak mengerti apa – apa di ajak oleh seorang guru seni yang merupakan
sahabat umi ku, ia menyukai seni bela diri, tak hanya ia saja, ia menyuruh anak
– anaknya untuk belajar bela diri setiap minggu pagi. Aku berlatih tapak suci setiap jum’at sore di
lantai 3 sekolah ku, di lantai 3 bisa
dibilang extreme dan menguji nyali,
karena belum ada dinding. Hanya kayu
kayu yang yang disusun tak beraturan sebagai pembatas, akan tetapi suasana di
lantai atas sangatlah nyaman. Sebelum
latihan dimulai kami biasa mengitari kompleks perumahan, selesai berlari lari
kami melakukan pemanasan agar otot otot saat melakukan jurus tidak kaku dan kram. Di sebuah seni bela diri sangat
banyak terdapat nama – nama jurus, -_- gue paling malas ngafalin saking
banyakknya... padahal hanya beda kaki
saja nama jurus sudah berubah. -_-..
sebelum mengakhiri latihan biasanya guru ku membuat sebuah peraduan,
nama guru ku itu pak Suhadi namun ternyata umur beliau tak begitu panjang, ia
meninggal dunia akibat penyakit yang lama ia derita. Nah ada kejadian yang gak pernah aku lupa,
ketika SMP aku punya teman yang namanya itu Atika, aku merasa kita gak pernah cocok , aku selalu
di bully sama dia. Ketika itu aku mempunyai masalah dengan teman – teman cewek
di kelas, di kelas ku waktu SMP hanya ada 7 cewek -_-.. dikit banget kan, kejadian yang pernah aku buat itu, aku merasa kesal dengan sikap teman- teman ku
yang menyontek dan mendapatkan nilai yang besar, sedangkan aku yang sampai
semalaman belajar malah mendapat nilai cukup , intinya mereka lebih besar
nilainya dari pada nilai ku, aku merasa iri sekali dan sangat kesal. Disalah satu mata pelajaran guru agama ku
pernah bilang “ lebih baik nilai kecil tapi jujur dari pada nilai besar tapi
bohong , kebenaran selalu menang jadi gak usah takut kalau bertindak benar“ berawal dari kata kata itu sepulang
sekolah aku merencanakan untuk meneror teman – teman ku, seingatku itu aku mengirim sms ke nomer teman
ku tampa aku tahu kalau ternyata itu adalah nomor milik ibunya
Isi pesan yang masih ku ingat itu
“ kamu dapat nilai besar tapi hasil nyontek ..... * seterusnya aku lupa “ ,
keesokan harinya si temanku yang bernama Riani itu menanyakan perihal sms teror
yang ia dapat dari sebuah nomor tak dikenal yang membuat ia di marahi oleh
ibunya. Hampir teman – teman
sekelas di tanyai oleh nya termasuk aku,
tapi aku berbohong dan berpura – pura tidak tahu karena takut bila dimusuhi dan
dibully oleh teman – teman cewek ku.
Entah rencana allah atau bukan temanku menemukan sepotong segel an kartu
Sim yang nomornya hampir mirip dengan nomor yang menerornya. Setelah lama di
lacak akhirnya ketahuan siapa pemilik segel kartu Sim bernama “ Axis”, ternyata itu milik seorang
teman laki laki ku yang bernama aldi. Ia di curigai oleh teman – teman cewe di
kelas, dan aku merasa sangat takut kalau
sampai terbongkar. Hari demi hari , Riani masih belum bisa melupakan masalah
yang membuat ia harus di marahi oleh ibunya dan aku semakin takut, aku merasa
bingung harus bagaimana, padahal niat awal aku menerornya adalah menyadarkan
nya, mungkin dengan terus terang ia akan mengerti perasaan orang lain, eh
ternyata tak sesuai harapan . masalahnya semakin menjadi – jadi. Aku semakin merasa takut ketika guru fisika
ku yang sekaligus guru agama ku itu berkata” kebohongan itu pasti aku
selalu terbongkar meski kita terus berusaha
menutupinya, sekali saja berbohong itu akan menumbuhkan kebohongan – kebohongan
yang lain “ . rasa takutku semakin menjadi jadi. Hingga akhirnya pada saat
makan siang aku dilabrak habis habisan oleh kelima teman cewe ku.. berasa
diambang kematian. Kata kata yang
paling membuat ku tak bisa menahan tangis adalah ketika seorang teman yang gak
pernah cocok itu berkata bahwa aku itu lebih hina di banding Anjing !.. kata
kata itu sungguh menyayat perasaan dan itu yang membuat semua fikiran positive
ku kepadanya berubah dan hancur lebur..
aku sangat membencinya.. tapi aku tak
bisa berbuat banyak. Aku tak punya banyak pengikut.. bahkan teman pun aku
merasa tak punya.. mereka berlima bagai anak geng. aku hanya bisa menitikkan air mata. Namun tak
lama kemudian seorang teman laki laki ku memanggil namaku dan berkata bahwa aku
dipanggil keruangan guru.. saat itu aku masih menangis, entah apa yang membuat teman ku ini tega mengatakan bahwa aku lebih
hina di banding anjing... aku merasa aku tak pernah mencoba untuk menyakiti
hatinya, aku selalu berfikir positive kepada nya meski ia selalu membully ku .
aku tak mengerti apa yang membuat mereka membully ku.. semakin ku ingat
kejadian itu aku semakin membenci kehidupan saat aku berada di tingkat SD dan
SMP , aku selalu mendapat cemooh dan banyak bullyan mulai dari perkataan bahkan
hingga fisik. Masa masa kelam yang
sangat aku benci... mungkin berawal dari
bullyan mereka aku semakin menjadi anak yang pesimis, tidak percaya diri,
bahkan aku merasa sangat takut bila bertemu orang baru.. oh iya, sampai kelas 8 aku masih bermusuhan, beberapa teman cewe ku
mendekatiku hanya untuk memanfaatkan
aku, aku sadar akan sifat mereka, dan aku gak bisa berbuat banyak selain
melawan ketika memang perlakuan mereka terlewat batas ,aku selalu terlibat banyak perkelahian dengan teman ku
yang mengatakan bahwa aku ini” lebih
hina di banding Anjing !”. beberapa kali aku dan dia kena sidang oleh wali
kelas ku. Saat kelas 8 ternyata ada rumor bahwa si dia akan pindah, alangkah
senangnya hatiku, saat smp aku mempunyai
teman yang merupakan adik kelasku, ketika
itu kami sedang berada di masjid. Ia
bertanya kepadaku “ fah emang bener ya si “ At “ itu mau pindah ? “ aku jawab
“ia... yess ... “ ucapku kegirangan dan
sangat senang. Tapi ucapanku itu menimbulkan
mala petaka besar. Aku kembali dilabrak oleh si At, kami juga sampai
berkelahi habis – habisan di lapangan Voli saat jam olahraga dan itu gak diketahui oleh guru olahragaku sebab si At
berbohong kepada guru olahraga. Mungkin
dia takut bila orang tuanya dipanggil lagi kesekolah atau mungkin dia gak pingin
ada campur tangan orang lain dalam masalah ini.. dan dari kejadian kejadian itu aku berusaha
mengambil hikmah dan berusaha tak mengulangi serta belajar terus terang kepada orang lain alias
ngomong langsung bukan pakai sindir sindiran atau bahkan menggunakan media
sekalipun. Kejadian tersebut juga mebuat
aku membentengi diri , ibaratnya apa bila ada suatu hal yang masih wajar aku
tak akan banyak menghiraukan, namun bila sudah terlewat mungkin tangan ku ini
aku mulai melayang kembali.. gak hanya
itu kejadian kejadian itu membuat aku berhenti terlalu percaya dengan orang
lain. Bukan memilih milih teman hanya saja aku gak ingin rahasia rahasia yang
merupakan aib bagiku terbongkar untuk yang kesekian kalinya... tapi itu akan
susah untuk dicari..
Pertemuan Tak di Sangka
Hari itu, aku menaiki
sebuah sepeda buntut milik alm umi ku (ibuku), secara tak sengaja saat aku
berbelok menuju perumahan atas aku melihat seorang gadis yang ku kira seumuran
dengan ku, ternyata tebakan ku benar. Dia penghuni baru di perumahan jalak
putih yang kone 1Permai aman, damai dan tenteram. Selesai berkenalan kami memutuskan untuk
berkeliling perumahan berdua, dia menaiki sebuah sepeda merk “Wim Cycle “ dan
aku dengan sepeda buntut milik alm.umi ku. Belum sampai menginjakkan kaki di
perumahan bawah, dia berhenti sambil memandangi seorang laki –laki , tak lama
kemudian ia berkata “ Itu pacarmu !” *Glekkk gue langsung kesel sama dia, kita
baru saja ketemu koq dia udah nyari masalah aja. :P “ mana jekkk “ jawabku
sambil mendengus kesal, saking kesalnya dengan sifatnya aku segera memacu balik
sepedaku kearah berlawan alias pulang kerumah. Di kamar aku hanya termenung,
membiarkan emosi yang tengah meluap – luap mengucur keluar dari tubuhku.. ini
lah aku, masalah yang bagi orang itu remeh aku anggap bagai masalah yang besar
yang gak boleh diremehkan. Alasan pertama aku kesal dengan nya adalah “
Ucapannya, gak seharusnya dia itu ngomong hal yang menurut ku masih tabu 2
menurut ku. Alasan yang ke 2 itu
bikin aku malu di hadapan seorang cowok yang di episode selanjutnya jadi teman
ku. Sampai sekarang kalau aku selalu kena godaan saat melewati kumpulan laki laki yang gak jelas menurut ku,
nongkrong ketawa gak karuan, kadang juga suka usil godain perempuan yang lewat.
Iyasih emang si perempuannya itu yang salah. Siapa suruh makai baju ketat kayak
ketupat di godain deh sama makhluk makhluk ciptaan tuhan yang maha esa. Tips
dari gue pribadi itu ketika kalian pergi sendirian lalu kalian melewati sebuah
perkumpulan cowok cowok yang gak jelas itu.. rapikan pakaian, cium bau badan :v
dan menundukkan pandangan.. kalau tidak pasang muka dan gaya yang biasa biasa
saja saat melewati mereka. Kalau gue mah masang muka datar. Dan kemudian
berlalu terkikis bayang..
Beberapa hari kemudian
kita gak sengaja berpaspasan dijalan. Jujur gue masih kesal dan belum bisa
nerima kejadian beberapa hari yang lalu. Tp beda sama dia, dia masih biasa
saja. Seolah olah gak pernah terjadi apa – apa. Ya sudahlah... lupakan masalah
itu
Hari hari berikutnya
aku mulai agak akrab,hanya saja masih kaku bila berkata – kata bila hanya
berdua bareng dia.. *plis jangan ngira yang aneh2... gua cuman bingung aja...
gue mesti ngajak ngomong dia dalam hal apa.. jadilah setiap kita ketemu cuman
senyum dan hening -_-..
Ketika mulai akrab
banget, aku minta tukar no hp ke dia, dan dia juga mau...
Nomornya dia itu
081936311106 itu sekitar tahun 2009 :v simpen jadikan kenang - kenang gak papa koq sob.kita jadi sering
smsan kemana – mana gue selalu bawa hp... tidur bawa hape, makan bawa hape tp
gue gak sampai extrem banget lah.. cuman
ke kamar mandi doang gue gak bawa hp -_-
Makin lama makin jadi
kebiasaan..gue selalu kena omel orangtua gara – gara megang hp mulu. Hampir di
samakan sama orang yang mubazir waktu. Beberapa kali hp gue kena sita. Tp gpp
,,, aku ra popo..
Kadang ketika bosan
smsan doang dia ngajak buat maen bareng, tp gue cuman bisa diem. Ngomong kalau
di ajak omong , diam kalau gak diajak ngomong.. ehh gak tau kenapa di pernah
bilang aku itu pengecut dan pecundang.. keras banget teriaknya... sukses bikin
gue 2 kali malu dan muak sama dia. Tp gue masih positive thinking, aku sadar.
Dia gak kenal aku makanya dia bilang kayak gitu ke gue..
0 komentar:
Posting Komentar