Minggu, 03 Mei 2015

Story Of My Life ( Pelajar Hiperbola )

Friend
Pengenalan Tokoh
Afifah
-          Itu adalah nama asli ane, tapi di kehidupan ane ane punya banyak nama. Di keluarga ane biasa di panggil ipah, pipah, mbak pah -_- ( hampir mirip kayak ngomong “bak Sampah” :P ) nama yang paling Tragis itu” Air Keruh “ ini nama SMA  gue, aneh banget kan..  mau tau gak dari mana asal nama itu ? yakin elu mau tau ?? ah masak ?? mi apah ?? :P  oke.... cekidot jadi beberapa bulan yang lalu nama FB gue itu Fiefha, karena kesel sama temen sekelas yang yang kebetulan punya  Username hampir mirip sama Username ane . akhirnya ane ngalah dan ganti  Username ane di FB jadi biru laut, kadang ane gak habis fikir. Dari SD sampai SMA ane selalu punya nama kembar. Waktu SD ada adik kelas yang namanya mirip kayak ane, namanya dia itu “ Khofifah” dipanggilnya itu “fifah”, lulus SD ane lanjut ke sekolah tetangga:v, kenapa ane bilang sekolah tetangga ya karena SD gue sama SMP gue mepet  kayak tetanggaan. Masuk SMP adalagi yang punya nama mirip kayak gue beda huruf doang tapi coeg  ane  pake huruf “f” dia pakai huruf “v”  -_- . waktu masih kelas 3 SMP gue punya mimpi buat masuk sekolah menengah kejuruan alias ESEMKA... Adehh.. bahlull SMK yang bener -_- . tapi sayang ternyata tuhan berkata lain. Ane di wasiatkan buat masuk sekolah yang sampai saat ini ane belum bisa ikhlas nerimanya.  Karena...      *woy.... ini pengenalan tokoh atau pidato kemerdekaan ?? :v hahah lanjut di cerita gue aja ya..

Yunika
,, :v ini temen pertama gue ketika gue memijakkan kaki di perumahan jalak putih yang permai ini :o hahha. Kenal dia itu sesuatu banget bagi gue... dia beda agama sama agama yang gue anut, dia agama kristian dia sekarang kuliah di STIE  Dharma Satya *kalau gak salah :v . .. jarak rumah kita gak sampai 10 meter.. sekitar 10 langkah dari rumah :v tapi terakhir gue main kerumah dia itu tanggal 21 bulan September tahun 2013.. :v ingatan gue hebat banget kan. :v hahah gak... gak.. gue boong sama elu, semua itu berkat si Kalender. Setiap gue bikin janji sama temen atau siapa itu. Gue selalu ngeksekusi habis habis si kalender.. *malangnya nasib mu nak...  dari feeling gue , kita punya banyak kesamaan. Kita sama sama suka anime, tokusatsu segala macem yang berbau jepang.. *sejak kapan jepang berbau ?? kita juga suka film thailand... gue itu orangnya kepo an  :v *Gomen Kak ika. Gue sering kepoin akun ni orang mulai dari di FB dan Twitter,  maklum gue cuman punya 2 akun itu doang di Sosmed dan kebetulan dia juga punya.
Intan
-          Nah, ini temen sekaligus kakak kelas gue waktu SD, dia anak ke 2 dari 3 bersaudara. Nama kakak nya itu  Kak. Mega dan adiknya itu namanya Fikri.  Dia bertahan di perumahan jalak putih yang permai katanya ini hanya 1 setengah tahun. Singkat banget kan. Tp kita bertiga banyak punya kenangan, aku gak begitu tau tentang si kakak ini. Dia lebih sering curhat ke Ika. Maklum lah umur mereka sepandan. Beda sama gue yang masih unyu – unyu gini..*klepokkk si kakak ini baik, dan cantik serta pintar juga loh... dia pernah ikut percepatan waktu SMP... dan sekarang dia juga sedang mengeyam pendidikan di Universitas yang gak gue tahu tempat dan namanya... kita Miscom T_T

Nabila
-          Dia ini temen pertama gue yang sepandan sama gue. Sekarang dia lagi ngelanjutin sekolah di sekolah yang lumayan “WOW” di kota gue. Kita seumuran.. rumah kita cuman berjarak 1 km kurang...  bisa dibilang lumayan dekat lah. Kita udah lama miscom tp aku masih ingat semua hal tentang dia. Dia itu lahir tanggal 20 Agustus 1998, dulu waktu Icil Nge #Trend dia suka banget sama Mario stevano Aditya Haling alias RIO Icil..  dulu kita sering maen bareng. Tp itu dulu gak ngerti sama yang sekarang.. mungkin kita emang belum waktunya ketemu *jiah kayak apaan aja..  dia punya kakak yang namanya “Iyand” sekarang lagi kuliah di Universitas UNDIKSHA.
Tokoh lain yang bakal ada di buku ini
*alm.umi (ibu ku), abi ku, kultsum,iqbal, muflih, dan bakal banyak lagi.. oke deh cekidot aja langsung yeeee

Salam Dari Penulis
Afifah Atthahirah


Nama itu Doa
Hai.. yoroshiku..  nama ku itu Afifah, tapi semenjak kematian umiku, aku menggunakan sebuah nama yang pernah ia berikan kepada ku “ Afifah Athahirah” , dulu ketika aku masih sekolah setingkat SD seorang teman ku menanyakan nama real ku aku katakan kepada mereka kalau namaku itu Afifah Atthahirah, mereka mengatakan aku berbohong karena tertulis jelas di daftar Absen kelas nama ku itu hanya tertera “ Afifah “, sepulang dari sekolah aku langsung mempertanyakan perihal namaku yang sebenarnya kepada umiku. Ia berkata “ iya, sayang dulu memang umi berniat memberikan nama itu, tapi umi ragu. Selesai ia berkata aku membalasnya “ tapi boleh gak aku makai nama itu,mi ? “ tanyaku sambil menunduk,  waktu itu aku pernah baca sebuah majalah langganan umi, di sana ada sebuah rubrik yang judulnya itu “ Nama itu adalah doa “. Ungkapku , namun tak kudapat balasan dari mulutnya, tak lama ia menatapku sambil tersenyum dan berkata “ tentu saja” ...
Momen itu masih ku ingat jelas


Aku berhenti !!!
Masih ku ingat kejadian itu. ketika aku itu aku di bangun kan pagi – pagi oleh umi ku karena umi ku lebih mengetahui jadwal sekolah ku, aneh ya.. padahal yang sekolah itu aku bukan beliau. Itu lah aku, dia mengenal lebih mengenal diriku  padahal hingga kini aku sendiri tak mengenal apa sih aku ini.. aku merasa hampa tampanya T_T. Selesai mandi aku bersiap menuju sekolah ku yang tak lumayan jauh dari rumah. Kali ini aku diantar oleh abiku yang kala itu masih bekerja sebagai pegawai toko serba ada. Sesampai di sekolah beliau lekas terkikis bayang dan pergi makin menjauh dengan sepeda montor honda berwarna merah yang sedang nge trend di tahun 2000 an..   aku pun segera masuk kedalam sekolah, seperti biasa. Aku kurang sosialisasi dengan orang – orang yang ada di sekitar ku, termasuk teman – teman sekelas ku. Aku hanya duduk menjauh dari mereka karena merasa tak percaya diri berada di tengah – tengah mereka yang aku anggap “Wow”,  tak beberapa lama seorang guru berbaju olahraga menghampiri kami dan menyuruh kami untuk pergi kemasjid yang berada tepat di belakang sekolah, kami pun segera berbaris dan berjalan bergandengan di arah kiri jalan. Tak memakan waktu yang lama. Kurang dari 10 menit kami semua sudah tiba di tengah tengah lapangan masjid, ketika itu aku merasa heran dengan benda yang di bawa oleh guru olahraga ku saat itu, ia membawa sebuah ember yang tak ku tahu isinya apa, tak beberapa lama ia kembali mendekati kami dan  kembali menyuruh kami semua untuk berbaris.  Ketika aku kelas 1 nomor absen ku itu adalah nomor 2 , kemudian di kelas 3 SD aku menjadi absen pertama,di sebab kan kepindahan seorang teman laki laki ku  yang bernama
 “ Abdullah” .  selesai berbaris sa kami di suruh membuat 2 shaf , baris pertama berpasangan dengan baris kedua,  begitu pula dengan baris ke 3 dan ke 4.  Selesai berpasang- pasangan kami dipanggil kedepan, ketika giliran ku, aku merasa sangat gugup dan aku merasa kaki ku menjadi kaku..  guru ku menyuruh untuk kuda – kuda , satu persatu teman temanku di suruh olehnya untuk memukul kaki ku, dan aku harus menahan nya.  Pulang sekolah aku di jemput oleh umiku, beliau rela berjalan kaki hanya untuk menjemputku. T_T.. di tengah jalan sembari menghapus keheningan aku mulai membuka mulutku dan meneteskan air mata “ umi... kaki ku sakit “ ucapku sambil menangis, umi ku menatap heran “ mbak kenapa ? “  *umi ku manggil aku mbak , aku gak ngerti alasannya kenapa..   
“ aku pingin pindah sekolah mi, kaki ku sakit sekali , aku gak mau sekolah disana “  ucapku sambil terus menangis. Umi semakin ku buat heran “ loh, memangnya kenapa sayang ?” tanyanya kepadaku.  “ tadi kaki ku di tendang berkali – kali sama teman – teman dan gurunya diam aja, malah hanya mencorat – coret selembaran kertas “ ungkapku sambil menghapus air mata yang mengalir di lekukan – lekukan pipi ku. “ masih sakit kakinya ? tanyanya, “  sebentar lagi sampai rumah, tahan ya sayang.. nanti biar umi yang  bilang sama gurunya. “  ucapnya lagi menambahi. “ masih mi,  iya mi “  jawabku..
Masuk SMP aku ikut extra kurikuler “ Tapak Suci “ milik organisasi Muhammadiyah. Ketika itu aku  yang tak mengerti apa – apa  di ajak oleh seorang guru seni yang merupakan sahabat umi ku, ia menyukai seni bela diri, tak hanya ia saja, ia menyuruh anak – anaknya untuk belajar bela diri setiap minggu pagi.  Aku berlatih tapak suci setiap jum’at sore di lantai 3 sekolah ku,  di lantai 3 bisa dibilang extreme  dan menguji nyali, karena  belum ada dinding. Hanya kayu kayu yang yang disusun tak beraturan sebagai pembatas, akan tetapi suasana di lantai atas sangatlah nyaman.  Sebelum latihan dimulai kami biasa mengitari kompleks perumahan, selesai berlari lari kami melakukan pemanasan agar otot otot saat melakukan jurus tidak kaku dan kram. Di sebuah seni bela diri sangat banyak terdapat nama – nama jurus, -_- gue paling malas ngafalin saking banyakknya... padahal  hanya beda kaki saja nama jurus sudah berubah. -_-..   sebelum mengakhiri latihan biasanya guru ku membuat sebuah peraduan, nama guru ku itu pak Suhadi namun ternyata umur beliau tak begitu panjang, ia meninggal dunia akibat penyakit yang lama ia derita.  Nah ada kejadian yang gak pernah aku lupa, ketika SMP aku punya teman yang namanya itu Atika,  aku merasa kita gak pernah cocok , aku selalu di bully sama dia. Ketika itu aku mempunyai masalah dengan teman – teman cewek di kelas, di kelas ku waktu SMP hanya ada 7 cewek -_-.. dikit banget kan,   kejadian yang pernah aku buat itu, aku  merasa kesal dengan sikap teman- teman ku yang menyontek dan mendapatkan nilai yang besar, sedangkan aku yang sampai semalaman belajar malah mendapat nilai cukup , intinya mereka lebih besar nilainya dari pada nilai ku, aku merasa iri sekali dan sangat kesal.  Disalah satu mata pelajaran guru agama ku pernah bilang “ lebih baik nilai kecil tapi jujur dari pada nilai besar tapi bohong , kebenaran selalu menang jadi gak usah takut kalau bertindak  benar“ berawal dari kata kata itu sepulang sekolah aku merencanakan untuk meneror teman – teman ku,  seingatku itu aku mengirim sms ke nomer teman ku tampa aku tahu kalau ternyata itu adalah nomor milik ibunya
Isi pesan yang masih ku ingat itu “ kamu dapat nilai besar tapi hasil nyontek ..... * seterusnya aku lupa “ , keesokan harinya si temanku yang bernama Riani itu menanyakan perihal sms teror yang ia dapat dari sebuah nomor tak dikenal yang membuat ia di marahi oleh ibunya.  Hampir teman – teman sekelas  di tanyai oleh nya termasuk aku, tapi aku berbohong dan berpura – pura tidak tahu karena takut bila dimusuhi dan dibully oleh teman – teman cewek ku.  Entah rencana allah atau bukan temanku menemukan sepotong segel an kartu Sim yang nomornya hampir mirip dengan nomor yang menerornya. Setelah lama di lacak akhirnya ketahuan siapa pemilik segel kartu Sim  bernama “ Axis”, ternyata itu milik seorang teman laki laki ku yang bernama aldi. Ia di curigai oleh teman – teman cewe di kelas,  dan aku merasa sangat takut kalau sampai terbongkar. Hari demi hari , Riani masih belum bisa melupakan masalah yang membuat ia harus di marahi oleh ibunya dan aku semakin takut, aku merasa bingung harus bagaimana, padahal niat awal aku menerornya adalah menyadarkan nya, mungkin dengan terus terang ia akan mengerti perasaan orang lain, eh ternyata tak sesuai harapan . masalahnya semakin menjadi – jadi.  Aku semakin merasa takut ketika guru fisika ku yang sekaligus guru agama ku itu berkata” kebohongan itu pasti aku selalu  terbongkar meski kita terus berusaha menutupinya, sekali saja berbohong itu akan menumbuhkan kebohongan – kebohongan yang lain “ . rasa takutku semakin menjadi jadi. Hingga akhirnya pada saat makan siang aku dilabrak habis habisan oleh kelima teman cewe ku.. berasa diambang kematian.   Kata kata yang paling membuat ku tak bisa menahan tangis adalah ketika seorang teman yang gak pernah cocok itu berkata bahwa aku itu lebih hina di banding Anjing !.. kata kata itu sungguh menyayat perasaan dan itu yang membuat semua fikiran positive ku  kepadanya berubah dan hancur lebur.. aku sangat membencinya..  tapi aku tak bisa berbuat banyak. Aku tak punya banyak pengikut.. bahkan teman pun aku merasa tak punya.. mereka berlima bagai anak geng.  aku hanya bisa menitikkan air mata. Namun tak lama kemudian seorang teman laki laki ku memanggil namaku dan berkata bahwa aku dipanggil  keruangan guru..  saat itu aku masih menangis,  entah apa yang membuat  teman ku ini tega mengatakan bahwa aku lebih hina di banding anjing... aku merasa aku tak pernah mencoba untuk menyakiti hatinya, aku selalu berfikir positive kepada nya meski ia selalu membully ku . aku tak mengerti apa yang membuat mereka membully ku.. semakin ku ingat kejadian itu aku semakin membenci kehidupan saat aku berada di tingkat SD dan SMP , aku selalu mendapat cemooh dan banyak bullyan mulai dari perkataan bahkan hingga fisik.  Masa masa kelam yang sangat aku benci...  mungkin berawal dari bullyan mereka aku semakin menjadi anak yang pesimis, tidak percaya diri, bahkan aku merasa sangat takut bila bertemu orang baru..   oh iya, sampai kelas 8 aku masih  bermusuhan, beberapa teman cewe ku mendekatiku hanya untuk memanfaatkan  aku, aku sadar akan sifat mereka, dan aku gak bisa berbuat banyak selain melawan ketika memang perlakuan mereka terlewat batas ,aku selalu  terlibat banyak perkelahian dengan teman ku yang  mengatakan bahwa aku ini” lebih hina di banding Anjing !”. beberapa kali aku dan dia kena sidang oleh wali kelas ku. Saat kelas 8 ternyata ada rumor bahwa si dia akan pindah, alangkah senangnya  hatiku, saat smp aku mempunyai teman yang merupakan adik kelasku,  ketika itu kami sedang berada di masjid.  Ia bertanya kepadaku “ fah emang bener ya si “ At “ itu mau pindah ? “ aku jawab “ia... yess ... “  ucapku kegirangan dan sangat senang. Tapi ucapanku itu menimbulkan  mala petaka besar. Aku kembali dilabrak oleh si At, kami juga sampai berkelahi habis – habisan di lapangan Voli saat jam olahraga dan itu gak  diketahui oleh guru olahragaku sebab si At berbohong kepada  guru olahraga. Mungkin dia takut bila orang tuanya dipanggil lagi kesekolah atau mungkin dia gak pingin ada campur tangan orang lain dalam masalah ini..   dan dari kejadian kejadian itu aku berusaha mengambil hikmah dan berusaha tak mengulangi serta  belajar terus terang kepada orang lain alias ngomong langsung bukan pakai sindir sindiran atau bahkan menggunakan media sekalipun.  Kejadian tersebut juga mebuat aku membentengi diri , ibaratnya apa bila ada suatu hal yang masih wajar aku tak akan banyak menghiraukan, namun bila sudah terlewat mungkin tangan ku ini aku mulai melayang  kembali.. gak hanya itu kejadian kejadian itu membuat aku berhenti terlalu percaya dengan orang lain. Bukan memilih milih teman hanya saja aku gak ingin rahasia rahasia yang merupakan aib bagiku terbongkar untuk yang kesekian kalinya... tapi itu akan susah untuk dicari..




Pertemuan Tak di Sangka
Hari itu, aku menaiki sebuah sepeda buntut milik alm umi ku (ibuku), secara tak sengaja saat aku berbelok menuju perumahan atas aku melihat seorang gadis yang ku kira seumuran dengan ku, ternyata tebakan ku benar. Dia penghuni baru di perumahan jalak putih yang kone 1Permai aman, damai dan tenteram.  Selesai berkenalan kami memutuskan untuk berkeliling perumahan berdua, dia menaiki sebuah sepeda merk “Wim Cycle “ dan aku dengan sepeda buntut milik alm.umi ku. Belum sampai menginjakkan kaki di perumahan bawah, dia berhenti sambil memandangi seorang laki –laki , tak lama kemudian ia berkata “ Itu pacarmu !” *Glekkk gue langsung kesel sama dia, kita baru saja ketemu koq dia udah nyari masalah aja. :P “ mana jekkk “ jawabku sambil mendengus kesal, saking kesalnya dengan sifatnya aku segera memacu balik sepedaku kearah berlawan alias pulang kerumah. Di kamar aku hanya termenung, membiarkan emosi yang tengah meluap – luap mengucur keluar dari tubuhku.. ini lah aku, masalah yang bagi orang itu remeh aku anggap bagai masalah yang besar yang gak boleh diremehkan. Alasan pertama aku kesal dengan nya adalah “ Ucapannya, gak seharusnya dia itu ngomong hal yang menurut ku masih tabu 2 menurut ku.  Alasan yang ke 2 itu bikin aku malu di hadapan seorang cowok yang di episode selanjutnya jadi teman ku. Sampai sekarang kalau aku selalu kena godaan saat melewati kumpulan  laki laki yang gak jelas menurut ku, nongkrong ketawa gak karuan, kadang juga suka usil godain perempuan yang lewat. Iyasih emang si perempuannya itu yang salah. Siapa suruh makai baju ketat kayak ketupat di godain deh sama makhluk makhluk ciptaan tuhan yang maha esa. Tips dari gue pribadi itu ketika kalian pergi sendirian lalu kalian melewati sebuah perkumpulan cowok cowok yang gak jelas itu.. rapikan pakaian, cium bau badan :v dan menundukkan pandangan.. kalau tidak pasang muka dan gaya yang biasa biasa saja saat melewati mereka. Kalau gue mah masang muka datar. Dan kemudian berlalu terkikis bayang..
Beberapa hari kemudian kita gak sengaja berpaspasan dijalan. Jujur gue masih kesal dan belum bisa nerima kejadian beberapa hari yang lalu. Tp beda sama dia, dia masih biasa saja. Seolah olah gak pernah terjadi apa – apa. Ya sudahlah... lupakan masalah itu
Hari hari berikutnya aku mulai agak akrab,hanya saja masih kaku bila berkata – kata bila hanya berdua bareng dia.. *plis jangan ngira yang aneh2... gua cuman bingung aja... gue mesti ngajak ngomong dia dalam hal apa.. jadilah setiap kita ketemu cuman senyum dan hening -_-..
Ketika mulai akrab banget, aku minta tukar no hp ke dia, dan dia juga mau...
Nomornya dia itu 081936311106 itu sekitar tahun 2009 :v simpen jadikan kenang -  kenang gak papa koq sob.kita jadi sering smsan kemana – mana gue selalu bawa hp... tidur bawa hape, makan bawa hape tp gue gak sampai extrem banget lah..  cuman ke kamar mandi doang gue gak  bawa hp -_-
Makin lama makin jadi kebiasaan..gue selalu kena omel orangtua gara – gara megang hp mulu. Hampir di samakan sama orang yang mubazir waktu. Beberapa kali hp gue kena sita. Tp gpp ,,, aku ra popo..
Kadang ketika bosan smsan doang dia ngajak buat maen bareng, tp gue cuman bisa diem. Ngomong kalau di ajak omong , diam kalau gak diajak ngomong.. ehh gak tau kenapa di pernah bilang aku itu pengecut dan pecundang.. keras banget teriaknya... sukses bikin gue 2 kali malu dan muak sama dia. Tp gue masih positive thinking, aku sadar. Dia gak kenal aku makanya dia bilang kayak gitu ke gue..



                                                                                 

About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com