Rabu, 15 Juli 2015

“ Namaku Nirmala “


“Prang...”  terdengar di kejauhan suara suara benda jatuh. Aku dengan sekuat tenaga berusaha untuk bangkit dari tempat tidurku.. bilik demi bilik aku lewati dengan tetap teliti sambil terus memandang ke arah kiri dan kanan. Tapi tak kudapat sesuatu yang mencurigakan. Tak ada satu benda pun yang beranjak pergi dari tempat semulanya.  “ Brugggg

****

Ayah kita mau kemana ?  tanya seorang gadis SMA  yang masih melekat dibadannya seragam putih abu abu.
“Ayo naik..  “ ajak ayah dari anak tersebut.
“Iya yah.. “ jawab anak gadis itu sambil  beranjak duduk di bagian sisi empuk motor  dibelakang ayah nya.
Perjalanan pun dimulai.
Jalan yang berbeda  arah mereka berdua lalui, sang anak  hanya bisa memggerutu bingung tak tahu akan kemanakah ia,  tatapan mata nya berhenti seketika ketika melihat  sebuah bangunan bak mirip kastil kerajaan berdiri megah, di sisi samping bangunan itu  hanya terdapat pepohonan yang  besar besar ,  tembok pelindung rumah bagai kastil itu di tumbuhi tumbuhan tumbuhan yang bergelayutan,  tak banyak juga sejenis tumbuhan lumut ikut berpartisipasi  menghias tembok tua itu.
“krekkkkkk “ tiba tiba dari arah depan sebuah pagar besi yang tinggi menjulang bergeser dari tempat semulanya, pagar besi itu tampak bergerak seperti membuka diri untuk di hampiri.
“ ayo nak “  ucap ayah anak itu membuyarkan lamunan sang anak gadis sejenak. 
“tapi yah, ini dimana ? “ tanya anak gadis itu
Tapi tak sepatah pun terdengar jawaban dari sang ayah,  ayah anak gadis itu hanya tersenyum dan tiba tiba mendorong anak gadis nya untuk masuk kedalam rumah berbentuk kastil kuno itu.
“ Ayahhhhh.... “ jerit anak gadis itu ketika ia merasa masuk kedalam  tempat yang yang dinding nya banyak memiliki warna yang memusingkan kepala bila melihatnya. Ia merasakan tubuh nya seperti akan terpecah belah ketika ia mendarat di suatu tempat.
“AAAAAAAAAAAAAA”  jeritan anak gadis itu tak kunjung usai, tubuh nya semakin terasa gemetar, kepala nya serasa sudah tak menempel lagi di lehernya.
*****
Auuuuuuuuuuuu
Terdengar jelas lolongan binatang buas, dari semua sudut yang berbeda.
“pletakkk” sebuah biji karet mendarat mulus di dahi seorang anak gadis yang sekejap membuat anak gadis itu terbangun dan berkata “ aku dimana “ .  anak gadis itu menyibak nyibak pakaian nya yang  penuh tanah,  dan dedaunan kering yang menempel sambil terus memperhatikan sekitar.
Yang ia dapati hanya malam yang gelap gulita, dengan hembusan angin yang terasa menusuk kedalam tulang serta suasana mencekam yang tak ia bayangkan akan ia rasakan.
Sekuat tenaga ia berusaha menyadarkan diri di sebuah batang pohon tua yang sangat besar, ia berusaha mengumpulkan tenaga nya.. 
“bruk.... krikkk..brukk ..krikk” terdengar suara aneh yang menganggu fikiran, ya itu adalah suara  perut gadis itu.
“ ah.. aku lapar “ sadar gadis itu.  ia pun memperhatikan sekitar , ia memutar tatapannya mencari sesuatu yang dapat ia makan,  dan ia menemukan sebuah tumbuhan yang  memiliki daun seperti daun terong, batang tumbuhan itu di tumbuhi rambut rambut  kecil yang  halus berwarna hijau muda, tumbuhan itu juga memiliki buah yang berukuran mini,  ada yang berwarna hijau, ungu dan kuning. Seperti  ia menyadari satu hal.  Buah ini pernah ia lihat ketika ia berkunjung ke sebuah tempat bersama kawan kawan nya  ketika tour kelas X dulu. Ya.. ia menyadari ini adalah buah dari daerah indie. Buah ini  cukup banyak tumbuh di daerah tropis namun hanya saja sudah jarang di temui karena dunia kini sudah berbeda,  dunia kini serba otomatis, tak ada lagi alat alat kuno
Mengenai buah tadi seperti yang kita tahu bewarna hijau karena masih muda, untungnya  ini gak dialamin sama manusia ya.  Bayangin aja deh kalo sampe di terapin ke manusia.
Waktu balita warnanya merah muda beranjak remaja warna nya hijau kemudian menjadi dewasa warnanya kuning keemasan dan beranjak tua jadi warna ungu tua atau bahkan malah jadi hitam. Duh.. jangan sampai deh
Amin ... >_<
 Si gadis itu kemudian beranjak dari tempat ia semula bertengger. Ia berusaha mengitari hutan untuk mencari sesuatu yang bisa ia makan, sangat tak mungkin ia hanya memakan buah kecil berwarna itu. sangat tak mengenyangkan baginya. Waktu tak terasa semakin berlalu, pagi menjadi siang dan siang beranjak sore hingga sore menjadi malam dan akan seterusnya begitu.
-_-
Gadis itu merasa tak kuat lagi untuk mengitari hutan, ia mulai lelah membopong berat badan nya tanpa asupan.  Hingga akhirnya dalam hitungan detik tubuh besarnya sempoyongan dan jatuh kedalam sebuah lobang di tanah :v  *iyalah -_-
Krukkkk...krukkkkk... krukkkk
Bunyi hewan fajar membangunkan tidur si gadis. Dan seperti biasa layaknya film indonesia.  Ia kembali mengutarakan perihal yang sama. “ Aku Berada dimana ?“  tak lupa  dengan ala ala sinetron indonesia yang sok dengan raut muka sayu, tangan menutup pelipis kemudian menyibak rambut yang bersandar di mata dan alis yang sok kernyat kernyit..
Oke silahkan bayangin aja gimana mukenya.
 Di tempat yang sama 3 bersaudara dengan pakaian seperti kurcaci dalam serial drama nirmala. Eitsss.. entah itu kurcaci atau gimana. -_- seperti biasa warna bajunya merah kuning dan hijau.  Untung gak tinggal di langit yang biru. :v
Mereka melihat sesuatu yang mereka kenali, sesosok tubuh.. :v
Yang dibalut baju yang tak mereka ketahui  entah baju apa.  Tak disuruh dan karena iba  akhirnya mereka tiga bersaudara itu pun membopong  tubuh si gadis untuk dibawa ke base camp mereka.
 Di perjalanan mereka berhenti sejenak,  untuk mengambil buah buahan yang tumbuh subur, ada apple  kemudian ada snack machintos :v ehh.. kemudian Linux * makin ngawur.
Akhirnya perjalanan mereka bertiga terhenti di sebuah pendopo bambu  yang asri di kelilingi pepohonan dengan daun yang rindang dan juga taman bunga yang tak kalah indah nya. Meski itu adalah taman bunga  kamboja :v
Sesampainya di base camp mereka segera membawa tubuh gadis itu untuk di semayamkan dengan tenang di sebuah  matras yang di buat dari bahan sabut kelapa..
Berhari hari mereka memperhatikan tubuh gadis itu, tak ada pergerakan apapun yang menunjukkan tanda tanda kehidupan.  Hingga pada akhirnya salah satu dari mereka berkata “ sob, mungkin gak sih kita nemu mayat hidup ?”  yang lainnya menimpali, “ ah gk mungkin lah ada mayat hidup bro, mayat ya pasti mati lah “ salah seorang lagi masih tetap memperhatikan dan tidak memperdulikan  2 saudaranya yang berdebat tak jelas.
 Saudara itu ada si hijau, ia dengan sabar terus memperhatikan gadis itu.  berharap si gadis bisa  menunjukkan sedikit saja pergerakan agar salah satu saudara nya tidak membawa gadis ini  kepada raksasa yang  pemakan segala.   Mungkin ia merasa ada yang janggal, ia merasa bahwa  gadis ini masih hidup hanya saja mungkin sempat tak terperhatikan pergerakannya.  Dengan sabar si hijau  membersihkan  bagian wajah , tangan dan kaki si gadis.  Kemudian menyelimutinya dengan selimut tetangga :v wkwkkw
Hingga pada suatu malam purnama, ketika  bulan bersinar amat terang sebuah peristiwa langka terjadi di pendopo tersebut. Saat larut malam   tiba tiba  dari dalam tubuh gadis itu muncul cahaya yang amat benderang bak seperti lampu petromax :v
Si merah yang kala itu terbangun untuk pergi ke kamar kecil sontak berteriak histeris..
“waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriaknya hingga menembus dasar bumi
2 saudaranya lain nya yang merasa terganggu langsung terbangun dan sigap datang menghampiri.
 Sambil ala ala kuch kuch hotahe mereka berdua menghampiri arah datangnya suara speaker masjid itu. 
“ ada apa ?”  tanya si kuning kepada kakaknya
“ ituuu “  ucap si merah sambil menunjuk kearah cahaya lampu petromax dan seketika kejang kejang
 Si hijau yang datang terlambat  dengan polosnya  berkata “  udah siang ya ? kenapa silau banget “ 
“eh hijau liat itu, ini karena mu. Andai saja mayat itu sudah kita kubur jauh  jauh hari pastilah mayat itu tidak akan seperti ini.  Kamu mesti tanggung jawab, aku tidak mau mengubur mayat itu, kalian berdua yang harus menguburkannya. “ ucap si merah yang telah lama sadar dari kejang kejangnya
“ tapi kak. “ ucap si kuning yang tidak terima namun tidak berani menolak.
“ ia bukan mayat kak. Dia masih hidup. Aku percaya itu “ ucap si hijau menimpali
Ah tau ah... aku tak tahan lagi ucap si kakak sulung sembari berlari ke kamar kecil.
“ sudah lah hijau, kita biarkan saja.  Besok pagia ku akan membantu menguburkan nya”  ucap si kuning beranjak meninggal dan kembali ke posisinya sebelum nya
“tidak, tidak usah..   aku yakin esok hari gadis itu akan terbangun “ ucap si hijau dengan percaya  diri
“ terserah mu lah hijau “  ucap si kuning beranjak kembali ke alamnya
 Si hijau kembali melakukan aktivitas rutin nya.  Apalagi kalau bukan membersihkan kepala, tangan dan kaki gadis itu “
Sambil membasahi tangan dan menggosok gosok lengan gadis itu ia membisikkan sebuah kalimat pendek di telinga si gadis
“ hai gadis aku adalh si hijau,  aku yang mengurus mu  , aku juga yang yang selalu meperhatikan mu  setiap hari ku habiskan waktu tak luput tanpa mu,  setiap  malam aku berharap engkau akan bangun, sehingga aku tak akan  melihat mu di santap dengan rakusnya oleh raksasa. Ku mohon bangunlah. Setiap aku memperhatikan wajah sayu mu, aku selalu terfikir satu nama. Kelak bila engkau lupa  siapa dirimu ijinkan aku memberimu  nama , dan ijinkan pula aku selalu bersama mu.  Kuberi engkau nama Nirmala “  ucap si hijau sambil menyudahi perkataannya. Dan tak lama mata nya mulai tak kuat menahan kantuk  ia pun terjatuh di samping si gadis. Tertidur lelap...


Oke segini dulu, ditunggu ya kelanjutannya.
 Oh iya jangan lupa sering sering nge hubungi ane , nyemangatin ane buat nulis.
Kamu bisa kirim komentar atau apalah ke akun gmail ku
Salam penulis  J



About the Author

Unknown

Author & Editor

Has laoreet percipitur ad. Vide interesset in mei, no his legimus verterem. Et nostrum imperdiet appellantur usu, mnesarchum referrentur id vim.

0 komentar:

Posting Komentar


iklan

 

Copyright © Afifah Atthahirah . All rights reserved. Template by CB Blogger & Templateism.com