“Prang...” terdengar
di kejauhan suara suara benda jatuh. Aku dengan sekuat tenaga berusaha untuk
bangkit dari tempat tidurku.. bilik demi bilik aku lewati dengan tetap teliti
sambil terus memandang ke arah kiri dan kanan. Tapi tak kudapat sesuatu yang
mencurigakan. Tak ada satu benda pun yang beranjak pergi dari tempat
semulanya. “ Brugggg
”
****
Ayah kita mau kemana ?
tanya seorang gadis SMA yang
masih melekat dibadannya seragam putih abu abu.
“Ayo naik.. “ ajak
ayah dari anak tersebut.
“Iya yah.. “ jawab anak gadis itu sambil beranjak duduk di bagian sisi empuk
motor dibelakang ayah nya.
Perjalanan pun dimulai.
Jalan yang berbeda
arah mereka berdua lalui, sang anak
hanya bisa memggerutu bingung tak tahu akan kemanakah ia, tatapan mata nya berhenti seketika ketika
melihat sebuah bangunan bak mirip kastil
kerajaan berdiri megah, di sisi samping bangunan itu hanya terdapat pepohonan yang besar besar ,
tembok pelindung rumah bagai kastil itu di tumbuhi tumbuhan tumbuhan
yang bergelayutan, tak banyak juga
sejenis tumbuhan lumut ikut berpartisipasi
menghias tembok tua itu.
“krekkkkkk “ tiba tiba dari arah depan sebuah pagar besi
yang tinggi menjulang bergeser dari tempat semulanya, pagar besi itu tampak
bergerak seperti membuka diri untuk di hampiri.
“ ayo nak “ ucap ayah
anak itu membuyarkan lamunan sang anak gadis sejenak.
“tapi yah, ini dimana ? “ tanya anak gadis itu
Tapi tak sepatah pun terdengar jawaban dari sang ayah, ayah anak gadis itu hanya tersenyum dan tiba
tiba mendorong anak gadis nya untuk masuk kedalam rumah berbentuk kastil kuno
itu.
“ Ayahhhhh.... “ jerit anak gadis itu ketika ia merasa masuk
kedalam tempat yang yang dinding nya
banyak memiliki warna yang memusingkan kepala bila melihatnya. Ia merasakan
tubuh nya seperti akan terpecah belah ketika ia mendarat di suatu tempat.
“AAAAAAAAAAAAAA”
jeritan anak gadis itu tak kunjung usai, tubuh nya semakin terasa
gemetar, kepala nya serasa sudah tak menempel lagi di lehernya.
*****
Auuuuuuuuuuuu
Terdengar jelas lolongan binatang buas, dari semua sudut
yang berbeda.
“pletakkk” sebuah biji karet mendarat mulus di dahi seorang
anak gadis yang sekejap membuat anak gadis itu terbangun dan berkata “ aku
dimana “ . anak gadis itu menyibak
nyibak pakaian nya yang penuh
tanah, dan dedaunan kering yang menempel
sambil terus memperhatikan sekitar.
Yang ia dapati hanya malam yang gelap gulita, dengan
hembusan angin yang terasa menusuk kedalam tulang serta suasana mencekam yang
tak ia bayangkan akan ia rasakan.
Sekuat tenaga ia berusaha menyadarkan diri di sebuah batang
pohon tua yang sangat besar, ia berusaha mengumpulkan tenaga nya..
“bruk.... krikkk..brukk ..krikk” terdengar suara aneh yang
menganggu fikiran, ya itu adalah suara
perut gadis itu.
“ ah.. aku lapar “ sadar gadis itu. ia pun memperhatikan sekitar , ia memutar
tatapannya mencari sesuatu yang dapat ia makan,
dan ia menemukan sebuah tumbuhan yang
memiliki daun seperti daun terong, batang tumbuhan itu di tumbuhi rambut
rambut kecil yang halus berwarna hijau muda, tumbuhan itu juga
memiliki buah yang berukuran mini, ada
yang berwarna hijau, ungu dan kuning. Seperti
ia menyadari satu hal. Buah ini
pernah ia lihat ketika ia berkunjung ke sebuah tempat bersama kawan kawan
nya ketika tour kelas X dulu. Ya.. ia
menyadari ini adalah buah dari daerah indie. Buah ini cukup banyak tumbuh di daerah tropis namun
hanya saja sudah jarang di temui karena dunia kini sudah berbeda, dunia kini serba otomatis, tak ada lagi alat
alat kuno
Mengenai buah tadi seperti yang kita tahu bewarna hijau
karena masih muda, untungnya ini gak
dialamin sama manusia ya. Bayangin aja
deh kalo sampe di terapin ke manusia.
Waktu balita warnanya merah muda beranjak remaja warna nya
hijau kemudian menjadi dewasa warnanya kuning keemasan dan beranjak tua jadi
warna ungu tua atau bahkan malah jadi hitam. Duh.. jangan sampai deh
Amin ... >_<
Si gadis itu kemudian
beranjak dari tempat ia semula bertengger. Ia berusaha mengitari hutan untuk
mencari sesuatu yang bisa ia makan, sangat tak mungkin ia hanya memakan buah
kecil berwarna itu. sangat tak mengenyangkan baginya. Waktu tak terasa semakin
berlalu, pagi menjadi siang dan siang beranjak sore hingga sore menjadi malam
dan akan seterusnya begitu.
-_-
Gadis itu merasa tak kuat lagi untuk mengitari hutan, ia
mulai lelah membopong berat badan nya tanpa asupan. Hingga akhirnya dalam hitungan detik tubuh
besarnya sempoyongan dan jatuh kedalam sebuah lobang di tanah :v *iyalah -_-
Krukkkk...krukkkkk... krukkkk
Bunyi hewan fajar membangunkan tidur si gadis. Dan seperti
biasa layaknya film indonesia. Ia
kembali mengutarakan perihal yang sama. “ Aku Berada dimana ?“ tak lupa
dengan ala ala sinetron indonesia yang sok dengan raut muka sayu, tangan
menutup pelipis kemudian menyibak rambut yang bersandar di mata dan alis yang
sok kernyat kernyit..
Oke silahkan bayangin aja gimana mukenya.
Di tempat yang sama 3
bersaudara dengan pakaian seperti kurcaci dalam serial drama nirmala. Eitsss..
entah itu kurcaci atau gimana. -_- seperti biasa warna bajunya merah kuning dan
hijau. Untung gak tinggal di langit yang
biru. :v
Mereka melihat sesuatu yang mereka kenali, sesosok tubuh..
:v
Yang dibalut baju yang tak mereka ketahui entah baju apa. Tak disuruh dan karena iba akhirnya mereka tiga bersaudara itu pun
membopong tubuh si gadis untuk dibawa ke
base camp mereka.
Di perjalanan mereka
berhenti sejenak, untuk mengambil buah
buahan yang tumbuh subur, ada apple
kemudian ada snack machintos :v ehh.. kemudian Linux * makin ngawur.
Akhirnya perjalanan mereka bertiga terhenti di sebuah
pendopo bambu yang asri di kelilingi
pepohonan dengan daun yang rindang dan juga taman bunga yang tak kalah indah nya.
Meski itu adalah taman bunga kamboja :v
Sesampainya di base camp mereka segera membawa tubuh gadis
itu untuk di semayamkan dengan tenang di sebuah
matras yang di buat dari bahan sabut kelapa..
Berhari hari mereka memperhatikan tubuh gadis itu, tak ada
pergerakan apapun yang menunjukkan tanda tanda kehidupan. Hingga pada akhirnya salah satu dari mereka
berkata “ sob, mungkin gak sih kita nemu mayat hidup ?” yang lainnya menimpali, “ ah gk mungkin lah
ada mayat hidup bro, mayat ya pasti mati lah “ salah seorang lagi masih tetap
memperhatikan dan tidak memperdulikan 2
saudaranya yang berdebat tak jelas.
Saudara itu ada si
hijau, ia dengan sabar terus memperhatikan gadis itu. berharap si gadis bisa menunjukkan sedikit saja pergerakan agar salah
satu saudara nya tidak membawa gadis ini
kepada raksasa yang pemakan
segala. Mungkin ia merasa ada yang janggal,
ia merasa bahwa gadis ini masih hidup
hanya saja mungkin sempat tak terperhatikan pergerakannya. Dengan sabar si hijau membersihkan
bagian wajah , tangan dan kaki si gadis.
Kemudian menyelimutinya dengan selimut tetangga :v wkwkkw
Hingga pada suatu malam purnama, ketika bulan bersinar amat terang sebuah peristiwa
langka terjadi di pendopo tersebut. Saat larut malam tiba tiba
dari dalam tubuh gadis itu muncul cahaya yang amat benderang bak seperti
lampu petromax :v
Si merah yang kala itu terbangun untuk pergi ke kamar kecil
sontak berteriak histeris..
“waaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa” teriaknya hingga
menembus dasar bumi
2 saudaranya lain nya yang merasa terganggu langsung
terbangun dan sigap datang menghampiri.
Sambil ala ala kuch
kuch hotahe mereka berdua menghampiri arah datangnya suara speaker masjid
itu.
“ ada apa ?” tanya si
kuning kepada kakaknya
“ ituuu “ ucap si
merah sambil menunjuk kearah cahaya lampu petromax dan seketika kejang kejang
Si hijau yang datang
terlambat dengan polosnya berkata “
udah siang ya ? kenapa silau banget “
“eh hijau liat itu, ini karena mu. Andai saja mayat itu
sudah kita kubur jauh jauh hari pastilah
mayat itu tidak akan seperti ini. Kamu
mesti tanggung jawab, aku tidak mau mengubur mayat itu, kalian berdua yang
harus menguburkannya. “ ucap si merah yang telah lama sadar dari kejang
kejangnya
“ tapi kak. “ ucap si kuning yang tidak terima namun tidak
berani menolak.
“ ia bukan mayat kak. Dia masih hidup. Aku percaya itu “
ucap si hijau menimpali
Ah tau ah... aku tak tahan lagi ucap si kakak sulung sembari
berlari ke kamar kecil.
“ sudah lah hijau, kita biarkan saja. Besok pagia ku akan membantu menguburkan
nya” ucap si kuning beranjak meninggal
dan kembali ke posisinya sebelum nya
“tidak, tidak usah..
aku yakin esok hari gadis itu akan terbangun “ ucap si hijau dengan
percaya diri
“ terserah mu lah hijau “
ucap si kuning beranjak kembali ke alamnya
Si hijau kembali
melakukan aktivitas rutin nya. Apalagi
kalau bukan membersihkan kepala, tangan dan kaki gadis itu “
Sambil membasahi tangan dan menggosok gosok lengan gadis itu
ia membisikkan sebuah kalimat pendek di telinga si gadis
“ hai gadis aku adalh si hijau, aku yang mengurus mu , aku juga yang yang selalu meperhatikan
mu setiap hari ku habiskan waktu tak
luput tanpa mu, setiap malam aku berharap engkau akan bangun,
sehingga aku tak akan melihat mu di
santap dengan rakusnya oleh raksasa. Ku mohon bangunlah. Setiap aku
memperhatikan wajah sayu mu, aku selalu terfikir satu nama. Kelak bila engkau
lupa siapa dirimu ijinkan aku
memberimu nama , dan ijinkan pula aku
selalu bersama mu. Kuberi engkau nama
Nirmala “ ucap si hijau sambil menyudahi
perkataannya. Dan tak lama mata nya mulai tak kuat menahan kantuk ia pun terjatuh di samping si gadis. Tertidur
lelap...
Oke segini dulu, ditunggu ya kelanjutannya.
Oh iya jangan lupa
sering sering nge hubungi ane , nyemangatin ane buat nulis.
Kamu bisa kirim komentar atau apalah ke akun gmail ku
Salam penulis J
0 komentar:
Posting Komentar